Tarif Trump 19 Persen, Industri Tekstil dan Alas Kaki di Jateng Tetap Ekspor Utama ke AS
Sekitar 45 persen ekspor Jawa Tengah ditujukan ke Amerika Serikat, didominasi oleh produk alas kaki dan tekstil.
Kebijakan baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menetapkan tarif ekspor menjadi 19 persen tetap memberi dampak signifikan terhadap pelaku industri di Jawa Tengah, di sektor tekstil dan alas kaki. Sebab Amerika Serikat merupakan mitra ekspor utama bagi provinsi tersebut.
"Sekitar 45 persen ekspor Jawa Tengah ditujukan ke Amerika Serikat, didominasi oleh produk alas kaki serta pakaian rajut dan non-rajut,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari saat ditemui di Semarang, Selasa (5/8).
Dengan porsi sebesar itu, perubahan tarif impor AS terhadap produk tertentu termasuk tekstil dari China. Secara tidak langsung ikut memukul daya saing produk sejenis asal Indonesia.
Peluang garmen
"Kalau kemudian ditanyakan apakah terdampak? Nah, kemungkinan juga akan terdampak,” ungkapnya.
Sedangkan untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, Pemprov Jateng kini aktif menjalin komunikasi dengan para pelaku usaha berorientasi ekspor, terutama di sektor alas kaki dan garmen, guna menyiapkan strategi diversifikasi pasar.
“Apakah ke depan akan ekspansi ke negara lain? Pastinya iya. Sektor yang sangat terbuka dan masih berpeluang adalah garmen,” ujarnya.
Selain Amerika Serikat, Jepang dan Eropa menjadi pasar tujuan ekspor berikutnya. Kontribusi Jepang diperkirakan sekitar 16–18 persen, sementara Eropa berada di urutan ketiga.
"Data BPS menunjukkan setelah 45 persen ekspor Jawa Tengah ke Amerika, urutan tujuan ekspor langsung anjlok, kalau tidak di angka 18 atau 16 persen itu ke Jepang,” jelasnya.
Sementara Eropa dinilai sebagai kawasan strategis untuk dijajaki lebih dalam.
“Eropa masih menjadi bagian dari para pelaku usaha bagaimana pangsa pasarnya ke sana. Jadi kami juga melihat data dari Eropa,” pungkasnya.