Tak Selalu Negatif, AI Justru Bikin Pekerjaan Ini Jadi Lebih Untung
Kemajuan teknologi saat ini membuat berbagai pekerjaan jadi lebih mudah.
Kecanggihan teknologi membuat sejumlah pekerjaan berpotensi hilang, dan digantikan dengan kecerdasan buatan atau dikenal dengan artificial intelligence (AI).
Tak Selalu Negatif, AI Justru Bikin Pekerjaan Ini Jadi Lebih Untung
Mengutip CNBC, memanfaatkan AI justru membuat beberapa pekerjaan sampingan menjadi lebih mudah dan lebih menguntungkan, terutama dalam efisiensi waktu.
"Otomatis, saya kira adalah kunci untuk mengurangi beban kerja," ujar Sean Audet, seorang fotografer makanan yang menggunakan perangkat AI seperti ChatGPT.
Audet kerap menggunakan perangkat ChatGPT untuk menulis email dan rencana bisnis.
"Ketika klien pertama kali menghubungi saya, saya harus dengan cepat menyampaikan banyak informasi tentang layanan dan biaya dengan cara yang bagus, ringkas, dan personal," kata Audet.
Di satu sisi, kekurangan ChatGPT dalam pekerjaan Audet yaitu masih kesulitan menuangkan gambar detail kecil di dalam gambar yang lebih besar.Kekurangan seperti yang dialami Audet merupakan hal lumrah. Namun, pada bulan Maret, peneliti dari Stanford University dan University of California, Berkeley meminta ChatGPT 3.5 dan 4, chatbot gratis OpenAI dan versi terbaru yang tersedia untuk pelanggan berbayar, untuk mengidentifikasi bilangan prima. Pada bulan Juni, mereka melakukannya lagi. Hasilnya sangat bervariasi, dari akurasi 2,4 persen (ChatGPT 4, pada bulan Juni) hingga akurasi 97,6 persen (ChatGPT 4, pada bulan Maret), studi tersebut melaporkan.
Selain bidang fotografi makanan seperti Audet, berikut adalah pekerjaan sampingan yang umum di mana Anda dapat menghemat waktu dan menghasilkan uang dengan menggunakan AI.
Agen Perjalanan
Nicole Cueto, menekuni agen perjalanan sebagai pekerjaan sampingannya. Pekerjaan utamanya adalah konsultan hubungan masyarakat yang berbasis di New York.
Selama menjalani agen perjalanan, dia membantu orang merencanakan liburan, memesan penerbangan, membuat reservasi, dan merencanakan piknik.
Dia juga memiliki profil di platform agen perjalanan Fora, di mana dia mendapatkan komisi saat klien memesan hotel dan pengalaman melalui rekomendasinya.
Dia bercerita, pada bulan Januari, ketika dia memulai pekerjaan sampingannya, dia menghabiskan lima hingga tujuh jam untuk merencanakan satu hari liburan.
"Saya pernah ke Paris ribuan kali, tetapi jika saya memiliki klien yang ingin menemukan kedalaman kota dari perspektif jadul, saya tidak benar-benar tahu bagaimana melakukannya [dari pengalaman pribadi]," katanya.
"Jadi, saya akan mengetik, 'Beri saya panduan sadar anggaran ke Paris yang menggabungkan lingkungan bersejarah tempat tinggal politisi pada tahun 1880-an," kata Cueto.
Selama memanfaatkan AI, Cueto menghasilkan rata-rata USD670 per bulan atau setara Rp10 juta dengan konversi USD1 adalah Rp15.074.
Dia bekerja 10-20 jam per minggu untuk itu, menghasilkan tarifnya kira-kira USD42 per jam atau sekitar Rp633.000.
Asisten Konten
Menjadi asisten konten menjadi peluang baik memanfaatkan AI sekaligus mendatangkan nilai ekonomi.
Angelique Rewers, pendiri perusahaan konsultan bisnis kecil BoldHaus, mengatakan kepada CNBC bahwa pekerjaan ini, yang juga disebut sebagai pengeditan konten AI, dapat membayar mulai dari USD20 hingga USD100 per jam atau setara Rp300.000 hingga Rp1 juta.