Ternyata Profesi Unik Cat Sitter Ada di Indonesia, Tugasnya Jaga Kucing Agar Tak Kesepian Bisa Dapat Bayaran
Profesi unik seorang catsitter untuk menjaga hewan peliharaan orang lain.
Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan favorit bagi masyarakat di Indonesia. Saking banyaknya orang yang memelihara kucing, seorang wanita kemudian melihat ada peluang bisnis yang cukup unik.
Wanita muda bernama Nita menawarkan jasa catsitter atau menjaga kucing agar hewan peliharaan tetap terawat serta tidak kesepian ketika ditinggal bepergian oleh pemiliknya.
"Dari pemiliknya ya, mungkin khawatir, takut kucingnya kesepian. Juga kucing yang dia kalau misalkan ditinggal, ngeong-ngeong. Makanya didatangkan Catsitter untuk nemenin mereka sih biar tak kesepian saja," kata Nita dikutip dari Youtube MerdekaDotCom (5/6/2025).
Menurut survei Rakuten Insight, kucing menjadi hewan peliharaan favorit sebagian besar masyarakat Indonesia. Nita sendiri mengaku sebagai salah satu pecinta kucing.
Hal itu membuat pekerjaannya sebagai cat sitter selain menguntungkan, tentu memberi ruang padanya menyalurkan kecintaannya pada hewan berbulu ini.
"Tertarik jagain kucing sambil dibayar. Kebetulan juga waktu luangnya banyak banget. Buat tambahan saja ya, kalau misalkan nutupin mungkin tidak nutupin banget," ungkapnya.
Meski begitu, tugas seorang catsitter tentu tidak hanya sekedar menjaga hewan peliharaan saja. Lalu, kemampuan apa yang dibutuhkan seorang Catsitter? Pertama, seorang catsitter harus benar-benar paham dengan kucing.
"Misalkan kucingnya lemas sedikit, kita sudah tahu. Kita juga bisa ngecek dari telinganya. Misalkan suhu telinganya agak hangat, itu berarti kucingnya lagi sakit. Jadi, tidak sembarangan jaga kucing saja," kata Nita.
Sementara itu, Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Ida Ruwaida mengatakan, jika catsitter merupakan profesi unik yang cocok untuk kebanyakan anak muda zaman sekarang. Sebab, mereka cenderung lebih suka pekerjaan yang tidak terikat.
"Kreativitas menjadi basis dari struktur okupasi yang ada saat ini. Kita berhadapan juga dengan karakteristik generasi Z yang relatif memang tidak mahu lebih terikat. Tidak mahu dengan tuntutan yang macam-macam. Jadi, cocok dengan pekerjaan-pekerjaan yang tadi disebut informal," ungkapnya.
Diketahui, jika data menunjukkan 56% pekerja di Indonesia menginginkan waktu kerja yang fleksibel. Tidak heran bermunculan pekerjaan yang dianggap alternatif seperti menjadi Catsitter.
Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, pekerjaan seperti penjaga kucing dianggap menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni kendali atas waktu yang fleksibel sembari menyalurkan kecintaan pada hewan.