Pemkab Pasaman Barat Berangkatkan 44 Peserta Pelatihan Satpam ke Riau, Tingkatkan Kompetensi SDM Daerah
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengirim 44 calon satpam untuk mengikuti Pelatihan Satpam Pasaman Barat di Pekanbaru, Riau, demi membuka peluang kerja dan meningkatkan kualitas SDM daerah.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah memberangkatkan sebanyak 44 peserta calon satuan pengamanan (satpam) menuju Pekanbaru, Riau. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali para peserta dengan keterampilan yang relevan di dunia kerja.
Pelatihan intensif ini akan diselenggarakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PT Raja Perkasa Sakti, Pekanbaru. Durasi pelatihan direncanakan selama dua pekan penuh, dimulai dari tanggal 13 hingga 27 Juni 2026. Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Doddy Dan Ismail, menyampaikan bahwa program ini juga bertujuan membuka peluang penempatan kerja bagi para peserta setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan.
Inisiatif ini terlaksana berkat dukungan penuh dari pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, yakni Romi Candra, Ronal, dan Eka. Anggaran untuk program Pelatihan Satpam Pasaman Barat ini diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dinas Ketenagakerjaan setempat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan sumber daya manusia.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan Satpam Pasaman Barat
Doddy Dan Ismail mengapresiasi kinerja Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman Barat yang telah berhasil mempersiapkan dan merealisasikan program penting ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Pasaman Barat.
Selama mengikuti pelatihan, Doddy berpesan kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga nama baik daerah. Disiplin, tanggung jawab, dan integritas menjadi nilai-nilai utama yang harus ditunjukkan oleh setiap peserta. Ia menekankan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh demi mencapai hasil maksimal.
Setelah lulus, para peserta diharapkan dapat menjadi satpam yang profesional, berdedikasi, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga serta daerah asal mereka. Doddy juga meminta pihak penyelenggara pelatihan untuk memberikan pembinaan terbaik. Pembinaan tersebut tidak hanya fokus pada materi pelatihan, tetapi juga membantu peserta dalam mengakses peluang kerja setelah dinyatakan lulus.
Dukungan Anggaran dan Fasilitas Lengkap
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman Barat, Bakarudin, menjelaskan bahwa pembiayaan pelatihan ini berasal dari anggaran pokok pikiran DPRD. Dana tersebut secara spesifik tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Ketenagakerjaan Tahun 2026. Ini menegaskan bahwa program Pelatihan Satpam Pasaman Barat memiliki dasar hukum dan alokasi anggaran yang jelas.
Seluruh peserta pelatihan akan memperoleh fasilitas yang sangat lengkap selama mengikuti program ini. Fasilitas tersebut mencakup seragam satpam standar dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya yang diperlukan. Ketersediaan fasilitas ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar.
Bakarudin menambahkan bahwa selama masa pendidikan dan pelatihan, seluruh kebutuhan dasar peserta akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak pusat pelatihan. Pembagian seragam akan dilaksanakan pada hari kedua pelatihan oleh Pusdiklat Satpam di Pekanbaru. Seluruh sarana dan prasarana penunjang kegiatan telah disiapkan secara matang oleh penyelenggara.
Peluang Kerja dan Harapan Profesionalisme
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman Barat telah berkoordinasi erat dengan Kepala Pusat Pelatihan PT Raja Perkasa Sakti. Koordinasi ini secara khusus membahas peluang penempatan kerja bagi para peserta yang berminat untuk bekerja di Pekanbaru dan wilayah Provinsi Riau. Hal ini membuka prospek karier yang menjanjikan bagi para lulusan.
Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan lulus akan difasilitasi untuk mendaftar sebagai anggota satuan pengamanan. Mereka dapat melamar ke berbagai perusahaan maupun lembaga yang membutuhkan tenaga keamanan profesional. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta.
Bakarudin menegaskan bahwa setelah pelatihan selesai, peserta memiliki peluang besar untuk langsung mengakses dunia kerja melalui jaringan yang telah disiapkan penyelenggara. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti pelatihan hingga selesai dan tidak diperkenankan meninggalkan lokasi sebelum program berakhir. Kesempatan yang difasilitasi pemerintah ini tidak boleh terbuang sia-sia, terutama dengan terbukanya peluang kerja.
Sumber: AntaraNews