Tahukah Anda, Emas Jadi Pemicu Utama? Inflasi Kalsel Oktober Melonjak, Harga Beras Tetap Stabil
Meskipun Inflasi Kalsel melonjak tajam pada Oktober 2023 akibat kenaikan harga emas global, Pemerintah Provinsi Kalsel memastikan harga beras tetap stabil. Apa langkah selanjutnya?
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengumumkan bahwa inflasi daerah pada Oktober 2023 mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh komoditas emas yang memberikan andil besar, namun harga beras sebagai bahan pokok utama tetap terjaga stabil di pasaran. Situasi ini menjadi perhatian serius di tengah upaya pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kalsel, Miftahul Chair, menjelaskan bahwa komoditas emas menyumbang 3,1 persen terhadap inflasi bulan Oktober. Pernyataan ini disampaikan usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri di Banjarbaru pada Selasa lalu. Rapat tersebut membahas kondisi inflasi nasional yang mayoritas dipengaruhi oleh kenaikan harga emas.
Meskipun inflasi Kalsel meningkat tajam karena emas, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga bahan pokok dan inflasi secara menyeluruh. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga, terutama menjelang akhir tahun. Kondisi ini menunjukkan dinamika ekonomi yang kompleks di tingkat regional.
Inflasi Kalsel Dipicu Kenaikan Harga Emas Global
Kenaikan inflasi di Kalimantan Selatan pada bulan Oktober 2023 sebagian besar disumbang oleh lonjakan harga emas. Miftahul Chair menegaskan, "Di Provinsi Kalsel, komoditas emas memberikan andil cukup besar terhadap inflasi bulan Oktober, yakni sebesar 3,1 persen." Angka ini menunjukkan dominasi emas sebagai pendorong utama inflasi di periode tersebut.
Menurut Miftahul, kenaikan harga emas ini bukan fenomena lokal semata, melainkan dampak dari tren global. Hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami kondisi serupa, di mana harga emas yang melonjak menjadi faktor utama pendorong laju inflasi. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri.
Faktor global yang mempengaruhi harga emas berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi regional. Pemprov Kalsel mengakui bahwa situasi ini memerlukan perhatian khusus dan langkah-langkah strategis untuk menekan dampak negatifnya. Kondisi ini menyoroti keterkaitan ekonomi daerah dengan pasar komoditas internasional.
Stabilitas Harga Beras dan Langkah Antisipasi Pemprov Kalsel
Di tengah tekanan inflasi yang dipicu emas, Pemprov Kalsel berhasil memastikan bahwa harga beras tetap stabil di pasaran. Miftahul Chair menyatakan bahwa kondisi komoditas beras masih relatif aman, meskipun beberapa bahan pokok lain seperti cabai merah dan daging ayam sempat mengalami sedikit kenaikan harga. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat di Kalimantan Selatan.
Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok secara keseluruhan, Pemprov Kalsel segera memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah ini melibatkan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota serta instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi inflasi lebih lanjut, terutama menjelang periode akhir tahun yang seringkali disertai peningkatan permintaan.
Miftahul Chair menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi tantangan ekonomi ini. "Kami akan memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengantisipasi potensi inflasi, khususnya menjelang akhir tahun,” ujarnya. Komitmen ini diharapkan dapat melindungi masyarakat dari gejolak harga yang tidak diinginkan dan memastikan ketersediaan pasokan.
Sumber: AntaraNews