Tahukah Anda, 90 Ton Beras SPHP Disalurkan Pemkab Aceh Timur Tekan Harga Pasar?
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah menyalurkan 90 ton **beras SPHP Aceh Timur** melalui operasi pasar. Upaya ini dilakukan untuk menstabilkan harga beras yang masih di atas HET, bagaimana dampaknya bagi masyarakat?
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di wilayahnya. Sebanyak 90 ton beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah berhasil disalurkan kepada masyarakat. Penyaluran ini dilakukan melalui serangkaian operasi pasar dan pasar murah yang tersebar di seluruh kecamatan.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi kenaikan harga beras. Operasi pasar ini merupakan respons langsung terhadap kondisi pasar yang menunjukkan harga beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat setempat dan menjaga daya beli.
Kegiatan penyaluran ini dilaksanakan secara serentak di berbagai titik lokasi pasar tradisional. Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Aceh Timur bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Langsa. Mereka berkolaborasi untuk memastikan pasokan **beras SPHP Aceh Timur** menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Upaya Stabilisasi Harga Pangan di Aceh Timur
Penyaluran 90 ton beras SPHP oleh Pemkab Aceh Timur merupakan tindak lanjut dari surat Kemendagri. Surat tersebut menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan intervensi pasar. Ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras, yang menjadi kebutuhan pokok utama.
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan pentingnya Gerakan Pangan Murah (GPM) ini. "GPM dilaksanakan karena masih didapati harga beras yang dijual para pedagang di atas HET," ujarnya. Oleh karenanya, dinas terkait dengan Bulog Langsa bekerja sama melakukan operasi pasar untuk menekan harga.
Kegiatan GPM ini dipusatkan di beberapa pasar tradisional strategis. Lokasi tersebut meliputi Pasar Bayeun di Kecamatan Rantau Selamat dan Pasar Peureulak. Selain itu, Pasar Idi Rayeuk juga menjadi titik utama penyaluran **beras SPHP Aceh Timur** untuk memaksimalkan jangkauan.
Kerja sama antara pemerintah daerah dan Bulog ini menjadi kunci keberhasilan program. Dengan distribusi yang terkoordinasi, diharapkan pasokan beras SPHP dapat tersedia secara merata. Hal ini juga membantu memastikan harga jual tetap sesuai dengan HET yang telah ditetapkan.
Perbandingan Harga Beras di Pasaran
Data terbaru menunjukkan bahwa harga beras medium di pasaran masih berada di atas HET yang ditetapkan pemerintah. HET beras medium adalah Rp14 ribu per kilogram. Namun, hasil pantauan petugas pencatat harga pasar sampai minggu kedua September rata-rata mencapai Rp14.350 per kilogram.
Disparitas harga juga terlihat pada beras premium. Harga beras premium karung lima kilogram di pasaran dibandrol Rp75 ribu. Sementara itu, harga pasar untuk **beras SPHP Aceh Timur** yang disalurkan adalah Rp60 ribu per lima kilogram. Ini menunjukkan selisih harga yang signifikan dan menguntungkan masyarakat.
Perbedaan harga ini menjadi alasan kuat bagi Pemkab Aceh Timur untuk terus menggencarkan operasi pasar. Dengan harga SPHP yang lebih terjangkau, diharapkan masyarakat dapat mengakses beras dengan harga wajar. Langkah ini juga diharapkan dapat menekan spekulasi harga oleh pedagang dan menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
Pemerintah terus memantau pergerakan harga beras di pasaran. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa intervensi yang dilakukan efektif. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga bahan pangan yang tidak terkendali.
Sumber: AntaraNews