Sepak Terjang Arief Prasetyo yang Dicopot Prabowo dari Kepala Bapanas
Saat ini, posisi Kepala Bapanas dipegang sementara oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan untuk mencopot Arief Prasetyo Adi dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Saat ini, posisi tersebut diisi sementara oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan alasan di balik pencopotan Arief Prasetyo dari jabatannya. Dia menyatakan bahwa Prabowo memberikan tugas baru kepada mantan Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya tersebut.
“Mas Arief sedang ingin kita tugaskan di tempat yang lain maka kemudian fungsi itu langsung dijabat oleh Menteri Pertanian,” ungkap Prasetyo kepada wartawan di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada Minggu malam, 12 Oktober 2025.
Meskipun demikian, Prasetyo tidak menjelaskan secara mendetail mengenai penugasan baru Arief Prasetyo. Di sisi lain, Prasetyo Hadi menambahkan bahwa tugas Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional selalu berkaitan, sehingga penunjukan Amran dianggap sebagai langkah yang efisien.
“Mentan dan Bapanas selalu berjalan beriringan,” tegasnya.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, juga memberikan informasi terkait surat pemberhentian Arief Prasetyo dari jabatannya. Dia menyebutkan bahwa surat keputusan (SK) mengenai pemberhentian tersebut dikeluarkan pada tanggal 9 Oktober 2025.
“Kalau SK-nya baru diterima tadi sore, memang sudah diganti, dalam SK-nya per tanggal 9 Oktober 2025, berarti kemarin,” kata Sarwo pada Jumat malam.
Profil Arief Prasetyo
Arief Prasetyo dilahirkan pada 27 November 1974 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Teknik Sipil di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, lalu melanjutkan studi magister di universitas yang sama.
Karier Arief di dunia profesional tidak dimulai di pemerintahan. Ia memulai perjalanan kariernya di sektor swasta dan industri ritel, di mana ia menjabat berbagai posisi di perusahaan-perusahaan seperti PT Lotte Shopping Indonesia dan Hero Supermarket.
Sebelum bergabung dengan BUMN dan lembaga pemerintahan, Arief juga pernah menjadi eksekutif di perusahaan ritel internasional. Pada 29 September 2015, ia memasuki dunia BUMN pangan dengan menjabat sebagai Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan milik DKI Jakarta.
Dalam perannya tersebut, ia memimpin institusi hingga bulan November 2020. Kemudian, pada 16 November 2020, Arief dipercaya untuk menjabat sebagai Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), yang juga mengelola holding pangan nasional, ID Food.
Ditunjuk Jokowi Jadi Kepala Bapanas
Pada tanggal 21 Februari 2022, Arief resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Bapanas. Dia menjadi individu pertama yang mengisi posisi tersebut setelah lembaga ini dibentuk melalui Perpres 66/2021.
Arief bertanggung jawab dalam memimpin berbagai kebijakan strategis yang berkaitan dengan stabilitas pasokan pangan, pengendalian harga, serta koordinasi antar lembaga yang sebelumnya tersebar.
Dalam menjalankan tugasnya, Arief juga sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Menteri Pertanian pada bulan Oktober 2023, setelah Syahrul Yasin Limpo mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, posisi ini hanya bersifat sementara hingga menteri definitif ditunjuk.
Karier Arief di Bapanas berakhir pada 9 Oktober 2025. Pada hari itu, Prabowo mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P Tahun 2025 yang memberhentikan Arief Prasetyo Adi dari jabatannya sebagai Kepala Bapanas.
Keputusan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Arief di lembaga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan pangan nasional. Selama menjabat, Arief telah berkontribusi dalam berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.
Kekayaan Arief Prasetyo
Arief Prasetyo dilaporkan memiliki total kekayaan yang mencapai Rp 24,9 miliar. Angka tersebut tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 31 Desember 2024. Sebagian besar dari kekayaan Arief berasal dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Bintan, Sumbawa, dan Purworejo. Nilai total dari aset properti yang dimilikinya mencapai Rp 16,05 miliar, yang mencakup tanah warisan serta hasil usahanya sendiri.
Selain aset properti, Arief juga memiliki koleksi kendaraan yang bernilai Rp 325 juta, terdiri dari tujuh sepeda motor dan tiga mobil. Di antara kendaraan tersebut terdapat Toyota Avanza Veloz tahun 2017, Toyota Kijang SSX 2004, VW 1200 tahun 1973, serta motor listrik yang dirilis pada tahun 2024.
Dalam portofolio keuangannya, Arief juga memiliki surat berharga senilai Rp 2,62 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp 2,16 miliar, serta harta bergerak dan aset lainnya yang totalnya lebih dari Rp 3,7 miliar. Menariknya, laporan tersebut mengindikasikan bahwa Arief tidak memiliki utang sama sekali. Dengan demikian, total nilai harta kekayaan bersihnya mencapai Rp 24.927.183.441.