Saham BP Langsung Meroket Pasca Kabar Akuisisi Shell
Shell telah bekerja sama dengan sejumlah penasihat untuk mengevaluasi potensi pengambilalihan BP.
Saham BP melonjak setelah laporan bahwa Shell tengah mempertimbangkan akuisisi terhadap pesaingnya tersebut. Menurut Bloomberg, Shell telah bekerja sama dengan sejumlah penasihat untuk mengevaluasi potensi pengambilalihan BP, langkah strategis yang berpotensi mengguncang industri minyak global.
Kabar ini langsung berdampak pada perdagangan saham BP di Amerika Serikat, di mana harga sahamnya naik 1,9 persen menjadi 28,64 dolar AS pada pukul 09.33 pagi waktu New York. Sementara itu, Bursa Efek London tutup karena hari libur bank. Di sisi lain, saham-saham produsen minyak besar lainnya yang terdaftar di AS justru mengalami penurunan, sejalan dengan anjloknya harga minyak mentah dunia.
Dalam beberapa pekan terakhir, Shell dikabarkan telah berdiskusi secara intensif dengan para penasihatnya mengenai kelayakan serta keuntungan dari akuisisi BP. Namun, menurut sumber Bloomberg yang mengetahui hal ini, Shell masih menunggu waktu yang tepat, yakni penurunan harga saham dan harga minyak lebih lanjut, sebelum memutuskan apakah akan melayangkan tawaran resmi. Beberapa sumber tersebut enggan diungkap identitasnya karena informasi ini bersifat pribadi.
Jika rencana akuisisi ini benar-benar terwujud, maka kesepakatan antara Shell dan BP akan menjadi salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah industri minyak. Aksi korporasi ini juga akan menyatukan dua raksasa energi asal Inggris yang telah lama bersaing dalam hal skala, jangkauan, dan pengaruh global. Meskipun memiliki akar yang serupa, perjalanan bisnis keduanya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang berbeda.
Selama 12 bulan terakhir, saham BP telah kehilangan hampir sepertiga nilainya. Penurunan ini dipicu oleh ketidakpuasan investor terhadap strategi pemulihan perusahaan serta anjloknya harga minyak dunia. Di bawah kepemimpinan Bernard Looney, BP mengusung strategi transisi menuju energi bersih dengan target nol emisi karbon, namun pendekatan tersebut belum berhasil mengangkat kinerja perusahaan.
Murray Auchincloss, yang menggantikan Looney sebagai CEO, mengumumkan arah baru pada Februari lalu. Ia memutuskan membawa BP kembali fokus ke sektor minyak, memangkas pembelian kembali saham triwulanan, dan berkomitmen untuk menjual sejumlah aset demi menyeimbangkan portofolio bisnis.
Ketidaksabaran mulai terlihat di kalangan investor. Salah satu pemegang saham besar, Elliott Investment Management, secara terbuka mengumumkan kepemilikan 5 persen saham di BP dan mendesak manajemen untuk mengambil langkah-langkah transformatif demi memperbaiki kinerja perusahaan.
Namun hingga kini, rencana akuisisi oleh Shell masih dalam tahap awal. Sumber menyebut bahwa Shell belum mengambil keputusan final dan bisa saja memilih fokus pada strategi lain seperti pembelian kembali saham atau akuisisi kecil-kecilan. Bahkan beberapa perusahaan energi besar lainnya juga dilaporkan sedang menimbang apakah akan ikut mengajukan penawaran terhadap BP.
"Seperti yang telah kami sampaikan berkali-kali sebelumnya, kami sangat fokus untuk menangkap nilai di Shell dengan terus berfokus pada kinerja, disiplin, dan penyederhanaan," kata juru bicara Shell dalam pernyataan tertulis kepada media.