Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 7.000 Pemudik Padati Terminal Leuwipanjang
Terminal Leuwipanjang, Bandung, memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada Selasa (25/3), dengan lebih dari 7.000 penumpang berangkat menuju berbagai kota, terutama Jabodetabek.
Terminal Leuwipanjang di Kota Bandung bersiap menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026 yang diperkirakan terjadi pada hari Selasa, 25 Maret 2026. Lebih dari 7.000 orang diprediksi akan berangkat dari terminal ini, menandai lonjakan signifikan jumlah penumpang setelah perayaan Idulfitri.
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengungkapkan bahwa angka ini menjadi yang tertinggi selama periode arus balik, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran. Peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak Senin, 23 Maret, dengan sekitar 5.200 penumpang berangkat menggunakan 200 bus.
Destinasi favorit para pemudik yang kembali ini meliputi kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, Depok, dan Bogor. Lonjakan penumpang bus terjadi karena penuhnya moda transportasi lain seperti travel dan kereta api, serta banyak pemudik yang beralih ke terminal setelah kesulitan mendapatkan tempat di gerbang tol.
Lonjakan Penumpang di Terminal Leuwipanjang
Pada puncak arus balik Lebaran 2026, Terminal Leuwipanjang memperkirakan akan melayani keberangkatan 6.000 hingga 7.000 penumpang. Angka ini merupakan prediksi tertinggi setelah peningkatan jumlah penumpang yang berangkat mulai terlihat signifikan sejak Senin, 23 Maret, dengan 5.200 penumpang berangkat menggunakan sekitar 200 bus.
Meskipun jumlah keberangkatan melonjak, Terminal Leuwipanjang juga mencatat kedatangan penumpang yang masih ramai, terutama dari arah Barat, dengan 5.998 penumpang tiba menggunakan 250 bus. Tujuan utama penumpang yang berangkat dari Leuwipanjang didominasi oleh kota-kota di wilayah Jabodetabek, seperti Jakarta, Bekasi, Cikarang (Kabupaten Bekasi), Karawang, Depok, dan Bogor.
Asep Hidayat menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang yang memilih bus sebagai moda transportasi disebabkan oleh beberapa faktor. Banyak pemudik yang tidak kebagian tempat duduk di gerbang Pasir Koja sehingga bergeser ke terminal. Selain itu, layanan travel dan tiket kereta api juga telah ludes terjual, menjadikan bus sebagai pilihan terakhir yang paling memungkinkan bagi banyak orang.
Fenomena Tiket Ludes dan Antisipasi Armada
Salah satu fenomena menarik selama arus balik Lebaran 2026 adalah ludesnya tiket bus untuk tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Selatan Jawa Barat, khususnya untuk Solo, Semarang, dan Malang. Hal ini mengindikasikan bahwa masih ada pergerakan arus mudik ke arah Timur dari Bandung, meskipun sudah memasuki periode arus balik. Penjualan tiket secara daring menjadi faktor utama ludesnya tiket tersebut, sehingga penumpang yang datang langsung ke terminal seringkali kehabisan tiket.
Dalam mengantisipasi penumpukan penumpang, khususnya untuk tujuan ke arah Timur, pihak Terminal Leuwipanjang tidak meminta PO (Perusahaan Otobus) untuk menambah armada secara paksa. Namun, PO seperti Sugeng Rahayu dan Sinar Jaya berinisiatif menambah armadanya sendiri.
Penambahan armada ini dilakukan dengan syarat ketat dari pihak terminal, yaitu memastikan kelengkapan surat-surat, uji KIR yang berlaku, dan kondisi armada yang laik jalan. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang di tengah tingginya permintaan.
Gelombang Arus Balik dan Ketersediaan Transportasi
Puncak arus balik pada Selasa, 25 Maret 2026, disebut sebagai gelombang pertama karena bertepatan dengan berakhirnya masa cuti bersama Lebaran 2026 pada tanggal 24 Maret 2026. Namun, Terminal Leuwipanjang juga mewaspadai adanya gelombang arus balik kedua yang diprediksi terjadi pada tanggal 28-29 Maret 2026. Gelombang kedua ini diperkirakan akan terjadi di akhir pekan, menjelang hari pertama masuk sekolah pada 30 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi gelombang kedua, pihak terminal telah melakukan persiapan dengan menyiagakan armada bus ke tujuan-tujuan favorit. Asep Hidayat memastikan ketersediaan bus untuk rute-rute penting seperti Merak, Kalideres, Cililitan, dan Kampung Rambutan.
Ketersediaan armada yang memadai menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik yang kembali ke kota asal mereka setelah merayakan Lebaran. Upaya ini bertujuan untuk menghindari penumpukan penumpang dan memastikan semua dapat terlayani dengan baik.
Sumber: AntaraNews