Puluhan Siswa Keracunan Menu MBG, Kepala BGN: Kami Masih Tunggu Hasil Lab
belum dapat memastikan apakah keracunan terjadi akibat menu makanan yang dibagikan dari program pemerintah tersebut.
Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi kejadian puluhan siswa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang alami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana menyampaikan empati dan kepedualiannya akibat insiden yang menimpa puluhan siswa dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami turut menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan," ujar Dadan, dalam keterangan resmi di Jakarta (23/4).
Kendati begitu, Dadan belum dapat memastikan apakah keracunan terjadi akibat menu makanan yang dibagikan dari program pemerintah tersebut. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu hasil lab yang tengah dilakukan timnya untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut.
Berdasarkan laporan, saat ini sampel MBG yang dimasak hari Senin (21/4) telah dikirimkan ke Lab Kesda Provinsi setempat dan hasilnya akan keluar dalam rentang waktu sepuluh hari ke depan. Lebih lanjut, menurut keterangan dari perwakilan SPPG, makanan yang diolah juga telah memenuhi standar dan telah melewati proses sebagaimana mestinya.
"Kami sedang menunggu hasil Lab Kesda Provinsi dari sampel yang sudah dikirimkan. Kami akan update infonya pada kesempatan pertama setelah hasil lab keluar," tegasnya.
Sebagai langkah preventif, pihaknya telah dan akan meningkatkan pengawasan standar penyimpanan makanan di dapur MBG. Melakukan proses penyempurnaan sistem berskala nasional, mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital serta meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG.
Kejadian Keracunan
Sebagai informasi, Puluhan siswa asal Cianjur harus menjalani perawatan di rumah sakit karena diduga keracunan setelah mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengalami gejala muntah, pusing dan tidak enak badan.
Peristiwa pertama terjadi di SMP PGRI 1 Cianjur pada Senin (21/4). Siswa kelas VII, VIII dan IX makan pada pukul 10.00 WIB dengan menu nasi, mie goreng, ayam suwir dan tempe mendoan. Gejala pusing dan muntah terjadi sekitar empat jam kemudian.
"Saat istirahat kedua, saat akan pulang mulai muntah-muntah," kata Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Cianjur Rika Mustikawati, Selasa (22/4).
Pihak sekolah memberikan penanganan awal dengan cara mengoleskan minyak kayu putih. Namun, kondisi siswa tidak membaik, hingga muncul dugaan keracunan makanan. Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan pengelola MBG.
Dari catatannya, sebanyak tiga orang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, lima orang dirujuk ke Rumah Sakit Sayang Cianjur, tujuh orang sedang diobservasi di puskesmas. Lalu, dua puluh orang lainnya berinisiatif berobat sendiri ke dokter.