Prudential Syariah Telah Bayar Santunan Rp8,5 Triliun untuk 300.000 Peserta
Pembayaran santunan disebut sebagai bentuk nyata perlindungan dan dukungan finansial ketika keluarga menghadapi risiko kehidupan.
Perusahaan asuransi, Prudential Syariah mencatat telah membayar santunan sebesar Rp8,5 triliun untuk lebih 300 ribu peserta. Angka ini dihitung sejak perusahaan berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025.
Pembayaran santunan disebut sebagai bentuk nyata perlindungan dan dukungan finansial ketika keluarga menghadapi risiko kehidupan.
"Proteksi bukan hanya menjadi ikhtiar finansial, tetapi juga wujud kepedulian yang menghadirkan ketenangan jiwa dan keberkahan bagi masa depan keluarga. Didukung oleh 67 ribu tenaga pemasar di seluruh Indonesia, kami berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga Indonesia agar dapat melangkah dan mewujudkan mimpi terbaiknya di masa depan," ucap Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Gautama.
Perusahaan mengingatkan, ketenangan keluarga hal penting untuk memastikan setiap individu tidak menghadapi ketidakpastian sendirian. Melalui prinsip saling melindungi dan tolong-menolong (ta’awun),
Situasi ini dihadapi Ronald. Saat pandemi Covid-19 melanda, Ronald terpapar varian Delta dengan gejala yang cukup parah. Ia harus menjalani perawatan selama hampir dua minggu, termasuk dirawat di ICU, dengan total biaya pengobatan mencapai sekitar Rp500 juta.
"Awalnya istri saya sempat panik dan khawatir memikirkan biaya yang harus dikeluarkan, bahkan sampai terpikir untuk menjual aset. Untungnya, tenaga pemasar Prudential Syariah kami menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh perusahaan. Saat itu, saya dan istri benar-benar merasa sangat lega, sehingga saya bisa fokus menjalani pemulihan,” ujar Ronald.
Di tahun 2022, Ronald kembali mengalami hal tidak terduga, disaat sedang melakukan perjalanan dinas, dirinya merasa tidak enak di bagian perut dan mengalami perubahan warna pada urin. Setelah sampai di Jakarta, Ronald segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalani tindakan USG yang berujung harus dilakukan operasi karena ditemukan bahwa empedunya sudah pecah dan memakan biaya sekitar Rp150 juta.
"Alhamdulilah, klaim berjalan lancar, semua tindakan saya berhasil ditanggung oleh Prudential Syariah dan saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Ternyata dengan bergabung sebagai peserta di Prudential Syariah, ketenangan itu bukan untuk saya saja tetapi istri dan keluarga saya juga, karena tidak perlu khawatir akan biaya yang dikeluarkan,"ujar Ronald.
Hal Penting Harus Diperhatikan
Menurut Ronald, selain dengan memahami ketentuan polis, peran tenaga pemasar sangat berkontribusi besar dalam proses klaim. Selain membantu proses administrasi di rumah sakit, Ronald merasa beruntung bahwa tenaga pemasar yang membantunya kerap mencari solusi untuk menenangkan dirinya dan keluarga disaat terjadi kekhawatiran akan biaya pengobatan yang tinggi.
Ronald merasakan betul konsep dari asuransi syariah, yaitu tolong menolong antar sesama peserta. Melalui konsep dana tabarru’, peserta dapat menerapkan wujud nyata gotong royong para peserta yang dikumpulkan untuk saling membantu saat musibah melanda.
Di sini, Prudential Syariah mengemban amanah besar untuk memastikan seluruh penyaluran klaim dilakukan secara tepat sasaran dan konsisten mematuhi prinsip syariah serta sesuai dengan syarat dan ketentuan polis.
"Kita harus menyadari bahwa proteksi kesehatan adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa ditunda, sebab ia berfungsi sebagai sabuk pengaman bagi finansial kita. Bersiap dari sekarang lewat proteksi bukan karena kita cemas, melainkan sebuah ikhtiar mulia untuk mengamankan aset keluarga, memastikan ketenangan bersama, dan menjaga agar langkah aktif kita tidak pernah merepotkan orang-orang tercinta," tutup Ronald.