Pertamina Pastikan Ketahanan Pasokan BBM Aman di Tengah Gejolak Global
Pertamina Patra Niaga menjamin **ketahanan pasokan BBM** di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) tetap aman dan terkendali, meskipun terjadi krisis geopolitik di Timur Tengah, mengimbau masyarakat untuk tidak panik.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) berada dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan di tengah dinamika krisis geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang berpotensi mempengaruhi stabilitas pasokan energi global. Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan masyarakat dan memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk panik dalam membeli BBM, melainkan cukup sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Imbauan ini penting untuk mencegah aksi pembelian berlebihan (panic buying) yang justru dapat mengganggu stabilitas distribusi.
Saat ini, rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Jatimbalinus, mencapai sekitar 13 hari ke depan. Ketersediaan stok yang memadai ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal. Proses ini sesuai dengan perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan secara matang oleh Pertamina Patra Niaga.
Strategi Pengamanan Distribusi BBM
Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sistem pendistribusian BBM ke seluruh lembaga penyalur di Jatimbalinus. Hingga saat ini, proses tersebut berjalan lancar tanpa menghadapi kendala signifikan. Kelancaran ini merupakan hasil dari manajemen logistik yang efektif dan pemantauan yang ketat terhadap seluruh rantai pasok.
Untuk mengantisipasi berbagai dinamika dan potensi gangguan dalam proses distribusi, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat koordinasi lintas sektor. Kerja sama erat dijalin dengan pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini esensial untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional di lapangan.
Sebagai langkah antisipatif, anak usaha BUMN minyak dan gas bumi ini mengimplementasikan metode distribusi reguler, alternatif, dan darurat (RAE). Metode RAE ini merupakan bagian integral dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi energi. Pendekatan ini memastikan bahwa pasokan BBM dapat tetap terjaga dalam berbagai skenario, termasuk situasi darurat.
Mitigasi risiko juga dilakukan secara komprehensif untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga optimal. Prioritas utama dalam mitigasi ini adalah keselamatan pekerja, keamanan aset perusahaan, serta keberlangsungan operasional. Hal ini dicapai melalui pemantauan intensif dan penguatan manajemen risiko di setiap lini kegiatan.
Antisipasi Krisis Global dan Persiapan Idul Fitri
Perusahaan terus memantau secara cermat perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi proses pendistribusian energi di dalam negeri. Gejolak geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah, menjadi perhatian utama karena dapat berdampak pada harga dan ketersediaan minyak mentah dunia. Dengan pemantauan berkelanjutan, Pertamina dapat merespons perubahan dengan cepat dan tepat.
Selain fokus pada dinamika global, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga mempersiapkan diri menyambut arus mudik dan perayaan Idul Fitri. Kesiapan satuan tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) dijadwalkan akan dimulai pada 9 Maret 2026. Satgas ini dibentuk untuk memastikan kesiapan infrastruktur, suplai, serta layanan energi bagi masyarakat selama periode krusial tersebut.
Pembentukan Satgas RAFI mencerminkan komitmen Pertamina untuk melayani kebutuhan energi masyarakat secara optimal, terutama saat peningkatan mobilitas. Dengan persiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman. Ini termasuk memastikan ketersediaan BBM di jalur-jalur utama mudik dan lokasi strategis lainnya.
Sumber: AntaraNews