Pertamina Pastikan Kelancaran Distribusi LPG Subsidi Bangka, Stok Aman Terkendali
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengoptimalkan distribusi 48.160 tabung LPG subsidi Bangka untuk menjaga ketersediaan dan harga stabil di Pulau Bangka, pastikan masyarakat tak perlu khawatir.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi distribusi ribuan tabung LPG bersubsidi ke berbagai wilayah di pulau tersebut. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga jual eceran tertinggi (HET) bagi masyarakat setempat.
Sebanyak 48.160 tabung LPG bersubsidi telah disiapkan untuk disalurkan di empat kabupaten dan satu kota di Pulau Bangka pada 20 Januari 2026. Pendistribusian ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam melayani kebutuhan energi masyarakat. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap melalui pangkalan resmi yang tersebar di seluruh wilayah.
Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa stok dan penyaluran LPG 3 kilogram di Pulau Bangka berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pernyataan ini disampaikan guna menenangkan masyarakat serta mencegah terjadinya pembelian berlebihan atau 'panic buying' yang tidak perlu.
Optimalisasi Penyaluran di Tengah Tantangan Cuaca
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah menyusun rencana penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi secara cermat. Total 48.160 tabung dialokasikan untuk wilayah Pulau Bangka, mencakup Kabupaten Bangka Barat, Bangka, Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Kota Pangkalpinang. Penyaluran ini memastikan setiap daerah mendapatkan jatah sesuai kebutuhan.
Distribusi LPG bersubsidi sempat mengalami penyesuaian beberapa hari sebelumnya akibat kondisi gelombang laut yang tinggi. Pengumuman dari KSOP Kelas IV Pangkalbalam terkait kewaspadaan pelayaran turut mempengaruhi jadwal. Namun, Pertamina bergerak cepat untuk mengatasi kendala tersebut.
Seiring membaiknya kondisi perairan, aktivitas pelayaran kini telah kembali normal sepenuhnya. Kapal pengangkut LPG yang membawa skid tank berhasil sandar dan melakukan proses bongkar muat sejak 17 Januari 2026. Hal ini memungkinkan kelanjutan proses distribusi yang sempat tertunda.
Setelah proses bongkar muat, LPG disalurkan terlebih dahulu ke fasilitas SPPBE untuk proses lanjutan sebelum didistribusikan ke agen dan pangkalan resmi. Seluruh tahapan penyaluran ini terus berjalan dan dimonitor secara berkala oleh pihak Pertamina.
Distribusi Merata dan Tepat Sasaran
Penyaluran LPG bersubsidi ini dilakukan secara eksklusif melalui pangkalan resmi Pertamina guna memastikan distribusi berjalan merata dan tepat sasaran. Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan LPG 3 kilogram hanya sampai kepada masyarakat yang berhak. Informasi lokasi pangkalan resmi dapat diakses melalui tautan ptm.id/infolpg3kg.
Rincian alokasi distribusi meliputi 6.720 tabung untuk Kabupaten Bangka Barat, 13.440 tabung untuk Kabupaten Bangka, serta masing-masing 8.400 tabung untuk Bangka Selatan dan Bangka Tengah. Sementara itu, Kota Pangkalpinang mendapatkan alokasi sebanyak 11.200 tabung LPG bersubsidi. Pembagian ini didasarkan pada kebutuhan dan demografi masing-masing wilayah.
Masyarakat di Pulau Bangka dapat dengan mudah memperoleh LPG 3 kilogram di berbagai pangkalan resmi Pertamina, antara lain Pangkalan Tori di Kelurahan Dul, Pangkalan Hendra di Kelurahan Jeruk, dan Pangkalan Saprin di Desa Cupat. Ada juga Pangkalan Asin di Kelurahan Semabung Lama dan Pangkalan Susilawati di Kelurahan Selindung Baru.
Pertamina secara konsisten mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau 'panic buying'. Stok LPG 3 kilogram dipastikan tersedia dalam jumlah yang cukup dan penyaluran terus dimonitor setiap hari. Hal ini menjamin ketersediaan pasokan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.
- Kabupaten Bangka Barat: 6.720 tabung
- Kabupaten Bangka: 13.440 tabung
- Bangka Selatan: 8.400 tabung
- Bangka Tengah: 8.400 tabung
- Kota Pangkalpinang: 11.200 tabung
Sumber: AntaraNews