Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Kalbar Aman Jelang Nataru 2025
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menjamin pasokan LPG 3 Kg Kalbar aman menjelang Nataru 2025 dengan melakukan extra dropping dan operasi pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Kalbar Aman Jelang Nataru 2025
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan pasokan LPG subsidi 3 kilogram di Kalimantan Barat tetap aman. Ini dilakukan guna memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram memang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, terutama di kabupaten wilayah hulu, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Nataru.
Langkah antisipatif ini diambil menyusul lonjakan permintaan, khususnya di kabupaten wilayah hulu Kalbar, untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga telah mengajukan penambahan kuota LPG 3 kilogram kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan telah disetujui penambahannya. Persetujuan ini menjadi dasar bagi Pertamina untuk mengambil tindakan lebih lanjut dalam menjaga stabilitas pasokan.
Untuk menjamin kelancaran distribusi, Pertamina telah melakukan extra dropping LPG 3 kilogram dengan total lebih dari 50.000 tabung. Penyaluran ekstra ini dilakukan sejak 16 Desember 2025, dengan prioritas penyaluran di wilayah hulu Kalimantan Barat. Selain itu, operasi pasar juga digelar di beberapa titik untuk memudahkan akses masyarakat terhadap LPG subsidi.
Peningkatan Konsumsi dan Langkah Antisipasi Pertamina
Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, menjelaskan adanya peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Peningkatan ini terutama terasa di kabupaten wilayah hulu, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang perayaan Nataru 2025. Kondisi ini memerlukan respons cepat untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Pertamina memastikan pasokan LPG 3 Kg Kalbar di berbagai daerah seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sintang, Sanggau, dan Landak tetap tersedia. Penyaluran dilakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah untuk menjaga stabilitas ketersediaan. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam melayani kebutuhan energi masyarakat di seluruh wilayah.
Menanggapi peningkatan kebutuhan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengajukan permohonan penambahan kuota LPG 3 kilogram kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Permohonan tersebut telah disetujui, memungkinkan Pertamina untuk mengambil langkah lebih lanjut. Persetujuan ini krusial dalam memastikan pasokan tambahan dapat didistribusikan secara legal dan terencana.
Strategi Distribusi dan Pengawasan Ketat
Sebagai respons cepat menjaga ketersediaan LPG di masyarakat, Pertamina telah melakukan extra dropping LPG 3 kilogram dengan total lebih dari 50.000 tabung. Extra dropping ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025, dengan prioritas penyaluran di wilayah hulu Kalimantan Barat yang mengalami peningkatan permintaan signifikan. Langkah ini diharapkan dapat segera menutupi kekurangan pasokan di daerah-daerah tersebut.
Selain extra dropping, Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah setempat juga aktif melaksanakan operasi pasar LPG 3 kilogram di sejumlah titik. Operasi ini dilakukan di antaranya di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Landak. Tujuan utama operasi pasar adalah untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan sekaligus memudahkan akses LPG subsidi bagi masyarakat yang berhak.
Menurut Edi, Pertamina juga melakukan monitoring intensif terhadap penyaluran LPG 3 kilogram di seluruh pangkalan resmi. Pengawasan dilakukan melalui laporan harian, dokumentasi kondisi pangkalan, serta koordinasi aktif dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Hal ini guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga pasokan LPG 3 Kg Kalbar tetap terjaga dan tidak disalahgunakan.
Komitmen Pertamina dan Imbauan kepada Masyarakat
Pertamina berkomitmen penuh untuk menjaga penyaluran LPG subsidi agar sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. LPG 3 kilogram merupakan produk bersubsidi yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Komitmen ini menjadi landasan dalam setiap kebijakan distribusi yang diterapkan.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga penjualan LPG 3 kilogram di pangkalan resmi mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Penetapan HET ini bertujuan untuk memastikan harga yang wajar dan terjangkau bagi masyarakat penerima subsidi. Ini juga mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas harga standar.
Masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 kilogram hanya di pangkalan resmi guna menghindari praktik penyelewengan. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar ketersediaan LPG tetap terjaga selama periode Nataru 2025. Pembelian sesuai kebutuhan akan membantu menjaga stabilitas pasokan bagi semua yang berhak.
Sumber: AntaraNews