Hadiah juara Piala Presiden 2026 dinaikkan menjadi Rp 8 miliar. Pengumuman itu disampaikan Ketua Steering Committee (SC) Maruarar Sirait di Kota Pahlawan, menandai penyesuaian nilai tertinggi untuk turnamen pramusim tersebut.
Semula panitia pelaksana menyiapkan Rp 6 miliar untuk tim juara. Maruarar memastikan kenaikan itu berjalan seiring meningkatnya dukungan sponsor dan tren rating siaran yang positif.
"Juara pertama, hadiahnya tadinya Rp6 miliar. Hari ini di Kota Pahlawan yang luar biasa, dibawah pimpinan adik saya Pak Eri Cahyadi, kita naikkan juara Piala Presiden tahun 2026 dari Rp 6 miliar menjadi Rp 8 miliar," kata Maruarar Sirait, ketua Steering Commitee Piala Presiden 2026.
Sambil guyon, Maruarar meyakini tambahan hadiah ini membuat peserta tersenyum.
"Hadiah kalau diturunkan tidak boleh. Dinaikkan boleh kan? Ada klub yang keberatan dinaikkan? Ada? Kalau ada yang keberatan, saya bisa batalkan untuk naikkan," imbuhnya sembari bercanda.
Maruarar mengungkapkan dukungan sponsor terus bertambah dan telah mencapai Rp 70 miliar sebelum babak semifinal bergulir.
"Hari ini sudah ada Rp 70 miliar dari sponsor yang sudah masuk. Besok juga kami umumkan kenaikan hadiah juara karena sponsor terus bertambah dan ratingnya bagus," ujar Maruarar Sirait.
Menurutnya, besarnya perhatian publik terhadap Piala Presiden 2026 mendorong minat sponsor. Antusiasme penonton di stadion, siaran televisi, dan platform digital disebut memperkuat daya tarik turnamen.
Advertisement
Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Dihelat di Bali
Penyelenggara memutuskan seluruh laga semifinal dan final Piala Presiden 2026 digelar di Bali setelah mempertimbangkan berbagai aspek penyelenggaraan.
"Karena ini adalah pertandingan yang mempertemukan klub yang luar biasa dengan basis suporter yang sangat kuat. Bayangkan saja, Persib melawan Persija, Persebaya bertemu Arema," tegasnya.
Piala Presiden 2026 kini memasuki fase gugur usai seluruh pertandingan penyisihan grup tuntas, menyisakan tim-tim terbaik menuju empat besar.