Prabowo Rancang URI Bawahi LAN dan Akademi Calon Pejabat

Melalui URI, pemerintah ingin menyiapkan calon pemimpin dan administrator berdasarkan kompetensi.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Rancang URI Bawahi LAN dan Akademi Calon Pejabat
Presiden Prabowo Subianto saat melakukan pertemuan dengan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026. (AFP/ Vyacheslav Prokofyev/ Pool)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Universitas Republik Indonesia (URI) akan menaungi lembaga-lembaga yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan dan administrasi pemerintahan, termasuk Lembaga Administrasi Negara (LAN). Rencana ini mencakup pembaruan fungsi LAN dan penempatannya dalam ekosistem URI.

Paparan tersebut disampaikan dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip dari siaran pers, Kamis (17/9/2026). Pemerintah menargetkan perombakan LAN agar selaras dengan mandat URI menyiapkan pemimpin dan administrator negara berbasis sistem merit.

"URI ini nanti akan punya lembaga-lembaga, antara lain LAN. Lembaga Administrasi Negara ini mau kita revamp di bawah URI," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, pembangunan URI didorong oleh persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ketidaksinkronan kerja antarlembaga. Melalui URI, pemerintah ingin menyiapkan calon pemimpin dan administrator berdasarkan kompetensi.

"Kita harus memperbaiki semua institusi kita. Kalau ada ketidaksinkronan antara lembaga dan ada gap yang Anda katakan, ya itu tantangan kita. Itu harus kita perbaiki," ujarnya.

Ia menambahkan, pembentukan URI, pembaruan LAN, serta rencana akademi untuk pejabat merupakan upaya memperkuat sistem dan memastikan aparatur negara yang profesional, dapat dievaluasi, dan bekerja selaras untuk kepentingan publik.

"Langkah apa untuk memperbaiki rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan, itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain saya bentuk Universitas Republik Indonesia," tutur Prabowo.

Mempersiapkan Administrator Negara Kompeten

Menurut Prabowo, tujuan awal pendirian LAN sangat baik, yakni menyiapkan administrator negara yang kompeten. Namun, dalam perjalanannya, lembaga tersebut dinilai cenderung menjadi pemenuhan persyaratan formal dalam jenjang karier birokrasi.

"Dulu Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno) juga sudah mau mengacu ke situ, jadi dibentuklah LAN. Tapi lama-lama LAN pun juga jadi formalitas. Itu hanya untuk karier. Nah, ini saya mau perbaiki dan ini sudah kita lakukan," jelas Prabowo.

Pengembangan URI juga dirancang mencakup pendidikan khusus bagi calon pemimpin pemerintahan. Prabowo mempertimbangkan pembentukan akademi untuk gubernur, bupati, hingga direktur jenderal sebelum mereka memasuki jabatan

"Akademi Gubernur, Akademi Bupati, dan sebagainya mungkin di bawah URI juga. Dan juga mungkin Akademi Dirjen. Sebelum dia masuk jabatan harus digembleng," ujar dia.

Ia menekankan proses pengisian jabatan pemerintahan harus berorientasi pada kemampuan, integritas, dan kesiapan, dengan mekanisme evaluasi yang berjalan. Prabowo juga menolak ada pejabat yang tidak dapat disentuh penegakan aturan.

"Kita harus berani, dalam arti jangan ada birokrat yang untouchable. Kemarin-kemarin ada, entah dia sinkron sama menteri, penguasa, dan sebagainya, ada dirjen yang tidak bisa disentuh," tegas Prabowo.

Rekomendasi