Polda Maluku Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Tekankan Deteksi Dini dan Koordinasi Lintas Sektor

Polda Maluku meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla melalui deteksi dini, koordinasi lintas instansi, dan kesiapan jajaran untuk respons cepat, guna mencegah dampak kebakaran yang lebih luas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Maluku Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Tekankan Deteksi Dini dan Koordinasi Lintas Sektor
Polda Maluku meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla melalui deteksi dini, koordinasi lintas instansi, dan kesiapan jajaran untuk respons cepat, guna mencegah dampak kebakaran yang lebih luas. (AntaraNews)

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperkuat langkah antisipasi dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya. Kesiapsiagaan ini ditingkatkan melalui deteksi dini, koordinasi lintas instansi, serta memastikan kesiapan seluruh jajaran.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol Arif Budiman, menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap indikasi kebakaran. Ia menegaskan penanganan tidak boleh menunggu api membesar, melainkan harus diatasi sejak dini.

Komitmen ini disampaikan Wakapolda Arif Budiman usai mengikuti video conference bersama Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Pol Dedy Prasetyo terkait arahan penanganan dan antisipasi Karhutla secara nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolda Maluku pada Minggu, 2 Agustus.

Strategi Penguatan Deteksi Dini dan Koordinasi

Menindaklanjuti arahan dari Wakapolri, Brigjen Pol Arif Budiman menegaskan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla harus dibangun secara komprehensif. Ini mencakup pemetaan wilayah rawan, peningkatan deteksi dini, serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung.

Selain itu, koordinasi yang erat dengan seluruh instansi terkait menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan penanganan. "Karakteristik wilayah kepulauan di Maluku memerlukan pola penanganan yang cepat dan adaptif agar setiap kejadian dapat segera dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas," ujar Arif Budiman.

Pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku ditekankan. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat mitigasi, pemantauan kondisi lingkungan, hingga tindakan penanganan di lapangan.

"Karhutla bukan persoalan satu institusi. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus berjalan sejak tahap pencegahan sampai penanganan," tegas Wakapolda Maluku, menyoroti pendekatan holistik yang diperlukan.

Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Karhutla

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, memastikan bahwa Polda Maluku telah menindaklanjuti arahan Wakapolri. Langkah ini diwujudkan dengan memperkuat koordinasi bersama instansi terkait sebagai bagian integral dari strategi pencegahan dan penanganan Karhutla.

Menurut Rositah, keterlibatan berbagai instansi dalam penanganan Karhutla menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif. Hal ini memastikan setiap informasi mengenai potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti dengan efektif.

"Polda Maluku berkomitmen memperkuat langkah pencegahan melalui deteksi dini, koordinasi lintas sektor, dan kesiapan personel. Setiap informasi mengenai potensi maupun kejadian Karhutla harus segera ditindaklanjuti sehingga penanganannya tidak terlambat," jelasnya.

Selain itu, Kombes Pol Rositah Umasugi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. "Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila masyarakat menjadi mitra aktif kepolisian. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap potensi Karhutla kepada petugas," tambahnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi