Alasan Bali Jadi Tuan Rumah Semifinal-Final Piala Presiden 2026

Stadion Kapten I Wayan Dipta ditetapkan jadi venue semifinal–final Piala Presiden 2026.

Asad Arifin
Oleh Asad Arifin - Reporter
Alasan Bali Jadi Tuan Rumah Semifinal-Final Piala Presiden 2026
Pemain anyar Persib Bandung, Luka Menalo (9), berusaha melewati kawalan pemain Arema FC pada laga Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026) malam. Persib mengawali turnamen dengan kemenangan 1-0 berkat gol Uilliam Barros pada menit ke-23 dan selanjutnya akan menghadapi DPMM FC Brunei Darussalam. (Bola.com/Erwin Snaz)

Panitia Piala Presiden 2026 menetapkan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, sebagai venue untuk babak semifinal dan final turnamen pramusim tersebut. Keputusan ini menempatkan Pulau Dewata sebagai panggung penentuan juara.

Penetapan Bali sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kota tuan rumah fase akhir. Bandung dan Surabaya, yang menggelar pertandingan fase grup, sebelumnya juga disebut berpeluang menjadi lokasi semifinal dan final Piala Presiden 2026.

Pengumuman disampaikan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, dalam jumpa pers di Surabaya, Minggu (2/8) siang WIB. Ia menyebut keputusan diambil setelah serangkaian pertimbangan bersama PSSI.

Maruarar mengakui, Surabaya sempat menjadi opsi utama untuk menggelar babak empat besar hingga partai puncak. Antusiasme penonton selama fase grup menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan panitia.

Setelah proses pembahasan dan mendapat persetujuan Ketua PSSI Erick Thohir, panitia memutuskan pemindahan tuan rumah fase akhir ke Bali.

“Kita putuskan, semifinal dan final Piala Presiden 2026 digelar di Bali,” ucap Maruarar Sirait.

Dia menegaskan prioritas utama panitia adalah faktor keselamatan dan keamanan dalam pelaksanaan pertandingan.

“Tentu pertimbangan keamanan adalah pertimbangan nomor satu karena keselamatan dan keamanan itu penting sekali,” kata Maruarar Sirait yang juga menjabat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut.

Dengan keputusan ini, empat tim semifinalis akan bertarung di Bali untuk memperebutkan tiket ke partai puncak yang juga akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Apresiasi untuk Surabaya di Piala Presiden 2026

Meski tidak dipilih sebagai tuan rumah fase akhir, Maruarar memberi apresiasi untuk Surabaya. Menurutnya, kota ini menampilkan atmosfer sepak bola yang positif dan dukungan besar dari masyarakat sepanjang turnamen.

“Kita juga ingin suatu saat di Surabaya. Saya senang sekali dengan kota ini. Ini kota yang penuh sejarah perjuangan. Menurut saya aman, bersih, dan penuh semangat. Jadi ada aura semangat,” tegas pria 56 tahun tersebut.

Maruarar menambahkan, peluang Surabaya untuk menjadi tuan rumah tetap terbuka pada kesempatan berikutnya, seiring penilaian panitia terhadap penyelenggaraan dan antusiasme publik.

Selain menetapkan venue, Maruarar menyampaikan arahan kepada jajaran panitia untuk menjaga fokus kerja selama rangkaian laga di Bali.

“Ke Bali untuk bekerja dan juga liburan. Bekerja dulu sampai beres, ya panitia. Kalau bekerja sudah beres baru liburan. Jangan liburan dulu,” sambung Maruarar Sirait.

Rekomendasi