Kota Probolinggo, Jawa Timur, menjadi saksi bisu perhelatan akbar Festival Gir Sereng yang diselenggarakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Laba-laba. Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah upaya nyata untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mendongkrak sektor ekonomi di kawasan Pantai Permata Pilang. Festival ini berlangsung penuh kekeluargaan di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, pada Minggu, 02 Agustus.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin secara langsung membuka Festival Gir Sereng, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang sarat makna. Kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan budaya dan ekonomi kreatif masyarakat. Festival ini diharapkan menjadi momentum penting bagi warga Probolinggo untuk merayakan identitas daerah mereka.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya lokal yang kaya. Beliau menekankan bahwa pelestarian budaya merupakan fondasi penting bagi identitas daerah, sekaligus sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Semangat kebersamaan menjadi inti dari perhelatan akbar ini.
Advertisement
Advertisement
Festival Gir Sereng: Jembatan Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM
Festival Gir Sereng tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga platform vital bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Acara ini berhasil menghadirkan 23 stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diikuti oleh para pelaku usaha lokal serta pedagang kaki lima (PKL). Keberadaan UMKM ini memberikan dampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Berbagai hiburan seni budaya turut memeriahkan suasana Festival Gir Sereng, menegaskan komitmen terhadap pelestarian tradisi lokal. Pembukaan festival diawali dengan penampilan seni tari dari Sanggar Tri Sukma yang dibawakan lima penari, dilanjutkan penampilan tari dari Sanggar Puri Rahayu dengan satu penari. Wali Kota Aminuddin mengapresiasi kegiatan seni dan budaya semacam ini yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan.
Suasana semakin semarak dengan pertunjukan drama kolosal dari Sanggar Gunung Gembok. Drama bertajuk "Buto Ijo dan Roro Anteng" ini mengisahkan legenda terbentuknya Gunung Batok di kawasan Bromo, menambah kekayaan narasi budaya yang disajikan. Penampilan ini menjadi daya tarik utama yang berhasil menarik perhatian banyak pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan Pantai Permata Pilang dan Semarak HUT ke-81 RI
Wali Kota Aminuddin juga memanfaatkan momentum Festival Gir Sereng untuk menyerukan semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau mengimbau seluruh warga untuk memasang bendera merah putih serta lampu hias di lingkungan masing-masing. Hal ini bertujuan agar Kota Probolinggo dapat mempertahankan prestasi sebagai daerah yang selalu meriah dalam memperingati hari-hari nasional. Pada 17 Agustus 2026, Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengungkapkan rencana strategis pemerintah daerah untuk pengembangan kawasan Pantai Permata Pilang. Kawasan ini akan diperluas hingga mencapai 34 hektare, menjadikannya bagian integral dari pengembangan destinasi wisata. Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penghijauan dan fasilitas pendukung lainnya.
Apresiasi tinggi disampaikan Wali Kota kepada penyelenggara, Pokmas Laba-laba, atas keberhasilan menghadirkan kegiatan yang multi-manfaat. Festival Gir Sereng dinilai mampu melestarikan budaya dan sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang. Hal ini secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kota Probolinggo.
Advertisement
Advertisement
Harapan Masyarakat untuk Festival Gir Sereng Berkelanjutan
Salah seorang warga setempat, Thoyibah, menyuarakan harapannya agar Festival Gir Sereng dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan. Menurutnya, festival ini memiliki potensi besar untuk semakin memperkuat identitas budaya Kelurahan Pilang. Selain itu, ia berharap festival ini dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata yang berkembang.
Keberhasilan Festival Gir Sereng di Kota Probolinggo menunjukkan sinergi positif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, festival ini diharapkan terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan budaya dan ekonomi lokal. Inisiatif semacam ini menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi.
Sumber: AntaraNews
Advertisement