Basarnas Lanjutkan Pencarian Pemuda Tenggelam di Kali BKB, Korban Diduga Terbawa Arus

Basarnas akan melanjutkan pencarian M. Tomul Adi Kurniawan (19), pemuda yang diduga tenggelam di Kali Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta Barat. Pencarian pemuda tenggelam BKB ini memasuki hari kedua setelah korban menghilang pada Sabtu malam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Basarnas Lanjutkan Pencarian Pemuda Tenggelam di Kali BKB, Korban Diduga Terbawa Arus
Basarnas akan melanjutkan pencarian M. Tomul Adi Kurniawan (19), pemuda yang diduga tenggelam di Kali Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta Barat. Pencarian pemuda tenggelam BKB ini memasuki hari kedua setelah korban menghilang pada Sabtu malam. (AntaraNews)

Basarnas akan melanjutkan operasi pencarian seorang pemuda yang diduga tenggelam di Kali Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta Barat, pada Senin (3/8). Operasi pencarian pemuda tenggelam BKB ini memasuki hari kedua setelah upaya pada hari pertama belum membuahkan hasil yang diharapkan, menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga korban.

Korban diidentifikasi sebagai M. Tomul Adi Kurniawan, berusia 19 tahun, seorang warga Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 22.00 WIB, memicu pengerahan tim SAR gabungan.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Desiana Kartika Bahari, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran intensif sejak laporan diterima. Namun, derasnya arus Kali BKB menjadi tantangan utama dalam upaya menemukan korban yang hilang.

Kronologi Insiden dan Upaya Penyelamatan Awal

Peristiwa nahas ini bermula ketika M. Tomul Adi Kurniawan nekat masuk ke dalam aliran Kali BKB. Ia berusaha mengambil kunci yang terjatuh ke sungai setelah terlibat pertengkaran dengan teman wanitanya, sebuah keputusan yang berujung fatal.

Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa korban sempat berusaha berenang menuju tanggul setelah berhasil masuk ke air. Namun, ia diduga tidak mampu melawan kuatnya arus sungai yang pada saat itu cukup deras dan berbahaya.

"Saat berusaha berenang menuju tanggul, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus hingga akhirnya tenggelam," kata Desiana Kartika Bahari, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi. Informasi ini menjadi dasar operasi pencarian pemuda tenggelam BKB.

Warga sekitar lokasi kejadian sempat berupaya memberikan pertolongan cepat dengan melemparkan alat bantu apung. Namun, M. Tomul Adi Kurniawan sudah terbawa arus dan menghilang dengan cepat sebelum bantuan dapat mencapai dirinya.

Strategi Pencarian Basarnas dan Rencana Lanjutan

Tim SAR gabungan, yang terdiri dari berbagai unsur, segera dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Mereka menggunakan perahu karet untuk menyisir permukaan air dan melakukan pengamatan intensif melalui jalur darat.

Penyisiran dilakukan secara menyeluruh di sepanjang aliran Kali Banjir Kanal Barat. Area pencarian diperluas hingga radius sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian, mencakup potensi pergerakan arus yang mungkin membawa korban.

Hingga Minggu petang, meskipun berbagai upaya telah dilakukan dengan maksimal, korban M. Tomul Adi Kurniawan belum berhasil ditemukan. Kondisi ini menyebabkan operasi pencarian dihentikan sementara demi keselamatan tim dan efektivitas perencanaan selanjutnya.

Basarnas bersama tim gabungan akan melanjutkan operasi pencarian pada Senin (3/8) pagi. Mereka akan melakukan evaluasi mendalam terhadap area pencarian dan metode yang digunakan, termasuk kemungkinan perubahan strategi untuk menemukan pemuda tenggelam BKB ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi