Pertamina EP Percepat Pengembangan Lapangan Bambu Merah, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pertamina EP dan SKK Migas memulai fabrikasi Gas Dehydration Package untuk Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah. Langkah strategis ini perkuat ketahanan energi nasional dan optimalkan fasilitas di Cilamaya Utara.
PT Pertamina EP, anak perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE), bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), telah memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package. Langkah ini merupakan bagian krusial dari Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH) yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU). Proyek ambisius ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi penuh pada akhir tahun 2026, menandai komitmen kuat dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Manajer Project Pertamina EP Zona 7, Ahmad Firdaus Fasa, menegaskan bahwa tahap fabrikasi ini menjadi tonggak penting bagi Proyek Bambu Merah. Ia menekankan komitmen perusahaan untuk melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan aspek keselamatan, kualitas, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pengembangan ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang sudah ada di SP CLU melalui peningkatan fasilitas produksi secara berkelanjutan.
Setelah proyek ini rampung, produksi minyak dari Lapangan Bambu Merah akan dialirkan menuju Booster Station (BS) Cilamaya untuk proses lebih lanjut. Sementara itu, gas yang dihasilkan akan diproses guna memenuhi spesifikasi jual sebelum didistribusikan ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya, kemudian digabungkan dengan produksi gas dari lapangan lain.
Detail Proyek dan Target Produksi Lapangan Bambu Merah
Pengembangan Lapangan Bambu Merah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Air terproduksi dari lapangan ini akan diinjeksikan kembali ke sumur-sumur injeksi melalui Water Injection Plant (WIP) yang berada di SP CLU. Pendekatan ini menunjukkan komitmen Pertamina EP terhadap praktik operasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, struktur Bambu Merah diproyeksikan mampu menghasilkan produksi puncak yang signifikan. Targetnya adalah 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dan 300 barel fluida per hari (BLPD) minyak, atau setara dengan 292,5 barel minyak per hari (BOPD) secara net. Pencapaian target ini akan memberikan kontribusi substansial terhadap pasokan energi nasional di masa mendatang.
Fasilitas yang dikembangkan dalam proyek ini mencakup beberapa komponen kunci untuk mendukung operasional yang efisien. Ini termasuk gas scrubber berkapasitas 8 MMSCFD, Dehydration Unit (DHU) berkapasitas 9 MMSCFD, serta penambahan tiga unit gas compressor masing-masing berkapasitas 0,5 MMSCFD. Selain itu, berbagai fasilitas pendukung lainnya juga akan dibangun untuk memastikan kelancaran seluruh proses produksi.
Komitmen Pertamina EP untuk Ketahanan Energi Nasional
Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menyoroti nilai strategis proyek ini bagi ketahanan energi nasional. Ia menyatakan bahwa pengembangan fasilitas produksi di Cilamaya Utara merupakan wujud nyata komitmen Pertamina EP Zona 7 untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan. Komitmen ini selaras dengan visi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi.
Wazirul juga menegaskan bahwa setiap tahap pekerjaan dilaksanakan sesuai aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta tata kelola perusahaan yang baik. Koordinasi intensif dengan SKK Migas dan pemangku kepentingan lainnya menjadi prioritas utama untuk memastikan kelancaran proyek. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat menjaga proyek tetap berjalan lancar hingga tahap onstream.
Pekerjaan fabrikasi Gas Dehydration Package saat ini dilaksanakan oleh mitra kerja PT Bahana Karya Mandiri. Durasi pengerjaan telah ditetapkan selama 280 hari kalender, dimulai sejak 5 Desember 2025. Setelah tahap fabrikasi ini rampung, paket DHU dijadwalkan akan dikirim ke SP CLU pada pertengahan September 2026. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan tahap konstruksi dan commissioning selama dua bulan.
Pertamina EP Zona 7 menargetkan fasilitas baru ini dapat beroperasi penuh (startup/onstream) pada November 2026. Target waktu yang jelas ini menunjukkan perencanaan matang dan upaya percepatan dalam menyelesaikan proyek vital ini. Keberhasilan proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah akan menjadi capaian penting dalam upaya peningkatan produksi migas domestik.
Sumber: AntaraNews