Pertamina-Elnusa Hadirkan Sumur Air Bersih Aceh Tamiang, Solusi Bencana Berkelanjutan
Kolaborasi Pertamina dan Elnusa menghadirkan sumur air bersih di Aceh Tamiang untuk warga terdampak bencana, memastikan akses air layak dan pemulihan berkelanjutan.
PT Pertamina (Persero) bersama PT Elnusa Tbk dan Yayasan Baitul Hikmah (YBH) berkolaborasi menghadirkan sumur air bersih bagi warga di Aceh Tamiang, Aceh. Kolaborasi ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, memastikan ketersediaan akses air bersih yang vital. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari upaya pemulihan yang terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.
Bantuan yang diserahkan mencakup tujuh unit alat bor sumur air jacro serta donasi dari pekerja Elnusa Group. Alat-alat ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan sumur air bersih di titik-titik strategis dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari rencana pembangunan sumur bor di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang dan Pidie Jaya.
Pengalaman Pertamina dalam penanganan berbagai bencana menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih merupakan salah satu kebutuhan paling vital, selain logistik dan energi. Oleh karena itu, kolaborasi ini memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak. Upaya ini menegaskan komitmen Pertamina dan Elnusa untuk hadir sebagai bagian dari solusi kemanusiaan dan pemulihan masyarakat pascabencana.
Kolaborasi Strategis untuk Akses Air Bersih
Kolaborasi antara PT Pertamina (Persero), PT Elnusa Tbk, dan Yayasan Baitul Hikmah (YBH) menunjukkan sinergi kuat dalam penanganan pascabencana. Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Arifianto, menjelaskan bahwa pendekatan ini menekankan pemulihan berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya air bersih sebagai kebutuhan fundamental dalam situasi darurat bencana.
Rudi Arifianto juga menyatakan bahwa kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan masyarakat segera memperoleh akses air bersih yang layak. Hal ini mengingat air bersih adalah kebutuhan paling vital selain logistik dan energi. Komitmen ini bertujuan untuk memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, menambahkan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi berbasis kapabilitas perusahaan. Bantuan ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan yang lebih tangguh. Semangat kebersamaan menjadi kunci dalam masa pemulihan ini.
Implementasi dan Dampak Nyata di Lapangan
Hingga saat ini, Pertamina telah menunjukkan progres signifikan dalam pembangunan sumur air bersih di Aceh Tamiang. Lima sumur telah berhasil dibor di berbagai lokasi strategis. Lokasi-lokasi tersebut meliputi:
- Musholla Babul Jannah, Teluk Halban, Kecamatan Bendahara
- Desa Teluk Kepayang, Kecamatan Bendahara
- Masjid Istikomah, Desa Alur Cucur, Kecamatan Rantau
- Dua titik di hunian sementara Kecamatan Karang Baru
Selain pembangunan sumur baru, Pertamina juga telah melakukan reaktivasi terhadap 19 sumur yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini memperluas jangkauan akses air bersih bagi lebih banyak warga. Upaya reaktivasi ini sangat penting untuk mengembalikan fungsi infrastruktur air yang sudah ada sebelumnya.
Tidak hanya itu, Pertamina secara konsisten mengirimkan mobil air bersih ke wilayah tersebut. Sebanyak 15 truk air bersih dikirim setiap hari untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat. Hingga tanggal 8 Januari 2026, volume air bersih yang telah tersalurkan ke Aceh Tamiang mencapai 2,165 juta liter.
Komitmen Jangka Panjang dan Pemulihan Berkelanjutan
Rudi Arifianto menekankan bahwa air bersih bukan hanya kebutuhan masa tanggap darurat, tetapi juga kebutuhan jangka panjang masyarakat pascabencana. Oleh karena itu, Pertamina berkomitmen untuk menyediakan fasilitas air bersih di puluhan titik. Cakupan wilayah komitmen ini meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Melalui kolaborasi yang solid, kepedulian sosial, dan pemanfaatan kapabilitas energi nasional, Pertamina dan Elnusa menegaskan peran mereka. Mereka hadir tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan. Komitmen ini bertujuan untuk mendukung pemulihan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Inisiatif ini merupakan contoh nyata bagaimana perusahaan dapat berkontribusi dalam pembangunan kembali komunitas pascabencana. Fokus pada keberlanjutan memastikan bahwa bantuan yang diberikan memiliki dampak yang bertahan lama. Hal ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas.
Sumber: AntaraNews