Penelitian: Orang Gemuk dan Obesitas Terlihat Lebih Malas, Susah Dapat Kerja
Lingkar pinggang celana jeans lebih besar berarti bisa saja orang tersebut mengalami obesitas atau gemuk.
Pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyebut risiko kematian lebih dini pada pria dengan ukuran lingkar celana jeans besar. Menurutnya, hal itu terkait dengan penumpukan lemak jahat di dalam tubuh, khususnya lemak visceral.
Lemak visceral, kata Budi, bisa memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi yang berbahaya jika dilepaskan terus-menerus dalam tubuh. Sitokin ini dapat merusak organ vital seperti jantung dan hati.
"Sitokin pro-inflamasi jika dikeluarkan semua akan merusak organ yang ada," jelas Menkes Budi.
Lingkar pinggang celana jeans lebih besar berarti bisa saja orang tersebut mengalami obesitas atau gemuk. Tidak hanya masalah kesehatan, ukuran tubuh gemuk ternyata juga berpengaruh pada karir dan pekerjaan.
Peneliti dari Ohio's Bowling Green State University beberapa tahun lalu mengungkap bahwa orang yang kelebihan berat badan memiliki kemungkinan diterima kerja 27 persen lebih rendah dibandingkan dengan rekan mereka yang memiliki berat badan ideal.
Jacob Burmeister, asisten penulis, mengungkap bahwa bisa jadi beberapa pewawancara mempercayai stereotip yang berkaitan dengan orang gemuk.
Stereotip yang ada selama ini adalah bahwa orang gemuk terlihat lebih malas atau tidak disiplin karena ukuran mereka. Tak hanya itu, orang yang kelebihan berat badan biasanya buruk saat diwawancara karena mereka merasa tidak percaya diri dan ragu-ragu.
Cerita Wanita di New York
Salah satu wanita di New York membagikan pengalamannya. Setelah melakukan wawancara pada tahun 2011 bersama dengan 20 partisipan lain, dia memperhatikan bahwa semua partisipan yang diterima adalah yang berbadan langsing. Dia menyadari bahwa tujuh wanita yang ditolak lamarannya adalah wanita yang berbadan besar.
"Salah satu wanita hampir menangis ketika menyadari bahwa pihak HRD memilih mereka berdasarkan berat dan bentuk badan," ungkapnya, seperti dilansir oleh NY Daily News (7/8).
Hal yang sama juga dialami oleh seorang pengacara dengan ukuran tubuh besar, Louisa Verth. Dia melamar untuk pekerjaan yang sama dengan yang dimiliki sebelumnya. Dia bahkan telah memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup. Namun dalam wawancara dengan pihak HRD selama 10 menit, tak sekalipun dia ditanya mengenai pengalaman dan kemampuannya.
Ketika dia dinyatakan ditolak, pihak HRD mengatakan bahwa klien tak akan menyukai Verth. Saat itu Verth sadar bahwa penolakan perusahaan tersebut didasarkan pada penampilan dan bentuk tubuhnya. Tentu sikap diskriminatif semacam ini sangat disayangkan.
Seseorang bisa saja memiliki kemampuan yang hebat, namun tak pernah diberi kesempatan membuktikan dirinya hanya karena berat badan.