Pendapatan HUMI Kuartal III 2025 Tembus Rp1,5 Triliun, Didorong Moncer Sewa Kapal LNG dan Oil Tanker
Pendapatan HUMI Kuartal III 2025 melonjak 5,27 persen menjadi USD 96,48 juta. Apa strategi ekspansi perusahaan di balik kenaikan signifikan pendapatan HUMI ini?
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) berhasil mencatatkan kinerja positif pada Kuartal III 2025. Perusahaan ini membukukan pendapatan usaha yang signifikan, mencapai 96,48 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 91,64 juta dolar AS.
Pencapaian ini didominasi oleh peningkatan pendapatan dari jasa sewa kapal, khususnya di segmen oil tanker dan LNG tanker. Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat, menjelaskan bahwa kontribusi dari kedua segmen ini menjadi pendorong utama kinerja perusahaan. Kenaikan ini memperlihatkan resiliensi dan adaptasi HUMI di tengah dinamika pasar maritim global.
Laporan keuangan yang dirilis pada Minggu (02/11) di Jakarta ini menyoroti fokus perusahaan pada investasi. Meskipun laba tahun berjalan sedikit terpengaruh, langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi HUMI di masa mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas operasional.
Peningkatan Pendapatan dari Segmen Sewa Kapal
Peningkatan pendapatan HUMI pada Kuartal III 2025 secara signifikan didorong oleh kinerja cemerlang dari segmen jasa sewa kapal. Segmen oil tanker mencatatkan kenaikan pendapatan yang luar biasa, mencapai 30,55 juta dolar AS. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 161,56 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 11,67 juta dolar AS.
Tidak hanya itu, segmen jasa sewa kapal LNG juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pendapatan dari segmen ini mencapai 28,11 juta dolar AS, meningkat sebesar 21,78 persen pada periode yang sama. Kombinasi pertumbuhan di kedua segmen kunci ini menjadi tulang punggung keberhasilan pendapatan HUMI.
Meskipun pendapatan usaha meningkat, laba tahun berjalan HUMI tercatat sebesar 7,63 juta dolar AS per Kuartal III 2025. Tirta Hidayat menjelaskan bahwa penurunan laba ini merupakan konsekuensi langsung dari strategi investasi perusahaan. "Ini merupakan konsekuensi dari strategi ekspansi perusahaan melalui peningkatan aset produktif yang diharapkan meningkatkan kapasitas dan efisiensi di masa mendatang," ujarnya.
Strategi Ekspansi dan Pertumbuhan Aset HUMI
Strategi ekspansi yang diterapkan oleh HUMI tercermin dari peningkatan total aset perusahaan. Per 30 September 2025, total aset HUMI tercatat sebesar 323,73 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6,90 persen dibandingkan posisi Kuartal III 2024 yang sebesar 302,85 juta dolar AS.
Seiring dengan peningkatan aset, total liabilitas HUMI juga mengalami kenaikan sebesar 12,27 persen. Dari 131,14 juta dolar AS, liabilitas perusahaan menjadi 147,24 juta dolar AS. Sementara itu, total ekuitas juga menunjukkan pertumbuhan positif, naik 2,79 persen dari 302,85 juta menjadi 323,73 juta dolar AS per 30 September 2025.
Tirta Hidayat menegaskan bahwa kenaikan aset dan liabilitas ini merupakan bagian dari upaya penguatan struktur keuangan. "Kenaikan aset dan liabilitas tersebut mencerminkan upaya penguatan struktur keuangan demi mendukung pertumbuhan berkelanjutan, meskipun sementara berdampak pada laba tahun berjalan," katanya. Ini menunjukkan bahwa perusahaan memprioritaskan stabilitas jangka panjang.
Akuisisi Armada Kapal untuk Kapasitas Lebih Besar
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, HUMI menargetkan pembelian 10 kapal sepanjang tahun 2025. Hingga 30 September 2025, perusahaan telah berhasil mengakuisisi enam kapal baru. Realisasi ini mencapai 56 persen dari anggaran yang telah dialokasikan untuk pembelian armada.
Kapal-kapal yang telah diakuisisi meliputi:
- Mac Singapore
- Marlin 88
- Trans Pacific 201
- Dua kapal Self Propelled Hopper Barge (SPHB)
- Jeneponto 01
Pembelian armada baru ini memiliki tujuan strategis yang jelas. "Pembelian armada ini ditujukan demi peningkatan kapasitas di segmen oil tanker dan marine support," jelas Tirta Hidayat. Dengan penambahan kapasitas ini, HUMI berharap dapat melayani lebih banyak permintaan dan memperkuat posisinya di pasar maritim.
Sumber: AntaraNews