Pemprov Babel Genjot Produksi Lada, 195 Hektare Kebun Lada Petani Diremajakan
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) meremajakan 195 hektare kebun lada petani dengan bibit unggul untuk dongkrak produksi dan kualitas lada putih daerah.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mengambil langkah strategis dengan meremajakan 195 hektare perkebunan lada petani. Program ini bertujuan utama untuk meningkatkan produksi serta kualitas lada putih di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan lada Bangka Belitung di pasar global.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini akan mengganti tanaman lada yang sudah tua dan tidak produktif dengan bibit unggul yang lebih berkualitas dan berdaya hasil tinggi.
Program peremajaan tanaman lada putih petani tahun 2026 ini merupakan upaya DPKP Provinsi Kepulauan Babel dalam memperluas lahan perkebunan lada produktif. Tujuannya adalah meningkatkan komoditas ekspor unggulan daerah.
Upaya Pemprov Babel Tingkatkan Produksi Lada
Program peremajaan kebun lada ini menjadi fokus utama Pemprov Babel dalam sektor pertanian. Melalui bantuan bibit lada unggul, pemerintah berharap dapat meringankan beban petani dalam mengembangkan usaha perkebunan. Ini juga menjadi motivasi bagi petani untuk kembali aktif mengelola lahan mereka.
Bibit unggul yang disalurkan diharapkan mampu menghasilkan lada dengan kualitas premium. Hal ini penting untuk memenuhi standar pasar global yang semakin ketat. Kualitas yang baik akan berdampak langsung pada harga jual lada petani.
Selain peningkatan kualitas, program ini juga berorientasi pada perluasan lahan produktif. Dengan demikian, volume produksi lada putih dari Bangka Belitung dapat meningkat secara signifikan. Peningkatan ini akan memperkuat posisi daerah sebagai produsen lada terkemuka.
Proses Seleksi dan Target Manfaat Program
Saat ini, program peremajaan tanaman lada petani sedang dalam tahap seleksi calon penerima bantuan. Proses ini dilakukan secara cermat untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada petani yang membutuhkan. Seleksi mencakup petani di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur.
Setelah tahap seleksi, akan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke perkebunan lada petani yang akan diremajakan. Peninjauan ini penting untuk memverifikasi kondisi lahan dan kesiapan petani. Tujuannya agar bantuan bibit unggul memberikan manfaat optimal.
Kurniawan menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mengatasi penurunan produksi lada yang terjadi setiap tahun. Dengan bantuan ini, diharapkan produksi lada dapat kembali meningkat. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan petani lada.
Tantangan Penurunan Produksi dan Luas Lahan Lada
Produksi lada putih petani Kepulauan Babel pada tahun 2025 tercatat sebanyak 9.464,95 ton. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12.008,66 ton. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya lahan perkebunan lada petani di daerah tersebut.
Luas perkebunan lada petani Kepulauan Babel pada tahun 2025 adalah 18.948,81 hektare (ha). Angka ini juga berkurang drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang seluas 28.096,81 ha. Penurunan lahan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
Perkebunan lada tersebar di beberapa kabupaten dengan rincian: Kabupaten Bangka 1.665,17 ha, Belitung 5.903,09 ha, Bangka Barat 525,34 ha, Bangka Tengah 544,76 ha, Bangka Selatan 6.970,38 ha, dan Belitung Timur 3.340,04 ha. Melalui program peremajaan ini, diharapkan motivasi petani kembali tumbuh.
Pemerintah berharap lada putih Bangka Belitung dapat kembali berjaya di pasar global. Program ini bukan hanya tentang peningkatan produksi, tetapi juga tentang menjaga warisan komoditas unggulan daerah. Ini adalah langkah konkret untuk keberlanjutan sektor pertanian lada.
Sumber: AntaraNews