Pemerintah Babel Tetapkan Bangka Selatan sebagai Sentra Lada Putih Unggulan
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung fokus menjadikan Kabupaten Bangka Selatan sebagai sentra lada putih untuk dongkrak produksi komoditas ekspor unggulan daerah.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mengambil langkah strategis dengan menetapkan Kabupaten Bangka Selatan sebagai sentra perkebunan lada putih. Keputusan ini bertujuan untuk menggenjot produksi komoditas ekspor unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi daerah. Penunjukan ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah tersebut.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Erwin Krisnawinata, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari pendekatan pertanian yang lebih terintegrasi. Pendekatan ini tidak lagi parsial, melainkan menyeluruh untuk pengembangan komoditas secara berkelanjutan. Seluruh kabupaten di Kepulauan Babel didorong untuk memetakan potensi dan menetapkan kawasan pertanian sesuai keunggulannya.
Fokus utama pada lada putih di Bangka Selatan dilandasi oleh data dan potensi yang ada. Saat ini, sebagian besar produksi lada putih dari Bangka Belitung memang berasal dari petani di Bangka Selatan. Upaya peningkatan produksi ini akan terus digalakkan melalui program perkebunan lada putih yang terpadu.
Fokus Pengembangan Komoditas Unggulan
Kebijakan pengembangan lada putih di Bangka Selatan mencerminkan komitmen Pemprov Babel dalam memperkuat sektor pertanian. Erwin Krisnawinata menegaskan, "Kita akan fokuskan pengembangan lada ini di Bangka Selatan." Hal ini menandakan adanya prioritas pada satu wilayah untuk satu komoditas demi efisiensi dan efektivitas.
Pendekatan terintegrasi yang diusung pemerintah provinsi menuntut setiap kabupaten untuk memiliki spesialisasi. Integrasi ini mencakup seluruh aspek pengembangan komoditas, mulai dari hulu hingga hilir. Tujuannya adalah menciptakan rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan.
Sebagai contoh nyata, saat ini baru Desa Air Gegas di Kabupaten Bangka Selatan yang telah memiliki kawasan pengembangan lada putih yang terstruktur. Ini menjadi model awal bagi pengembangan lebih lanjut di wilayah lain. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lada.
Dominasi Luas Lahan dan Jumlah Petani di Bangka Selatan
Kabupaten Bangka Selatan memang memiliki basis yang kuat untuk menjadi sentra lada putih. Data menunjukkan bahwa luas perkebunan lada putih di Bangka Selatan mencapai 22.961 hektare. Angka ini didukung oleh jumlah pekebun lada sebanyak 22.829 kepala rumah tangga, menjadikannya yang terluas dan terbanyak dibandingkan kabupaten lain di Kepulauan Babel.
Perbandingan dengan kabupaten lain menunjukkan dominasi Bangka Selatan:
- Kabupaten Bangka: 6.026 hektare dengan 9.575 kepala rumah tangga pekebun.
- Kabupaten Belitung: 4.479 hektare dengan 10.061 kepala rumah tangga pekebun.
- Kabupaten Bangka Barat: 6.242 hektare dengan 9.425 kepala keluarga pekebun.
- Kabupaten Bangka Tengah: 3.471 hektare dengan 5.655 kepala rumah tangga pekebun.
- Kabupaten Belitung Timur: 3.463 hektare dengan 5.127 kepala keluarga pekebun.
Dengan data tersebut, tidak mengherankan jika "Saat ini produksi lada putih Bangka Belitung kebanyakan berasal dari petani Bangka Selatan dan ini akan terus ditingkatkan melalui perkebunan lada putih secara terpadu," kata Erwin Krisnawinata. Upaya ini diharapkan mampu menjaga posisi Bangka Belitung sebagai produsen lada putih terkemuka.
Sumber: AntaraNews