Pemerintah Dorong Milenial Jadi Pelopor Pertanian Modern, Ini Programnya
Untuk mendukung visi ini, pemerintah telah menyiapkan berbagai program strategis.
Era digital telah membawa transformasi besar di berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian yang kini bertransformasi menjadi industri modern dan menjanjikan.
Direktur Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Tabrani, menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi ini untuk membangun masa depan pertanian Indonesia.
“Pertanian yang dulu dianggap sebagai pekerjaan tradisional, kini telah menjelma menjadi sektor yang modern dan menjajikan," kata Tabrani dalam acara Strategi Menjadi Petani Milenial Sukses, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1).
Potensi Besar Desa untuk Pertanian
Menurut data Kemendes PDT, Indonesia memiliki 75.290 desa dengan potensi yang sangat besar untuk mendukung pembangunan pertanian.
Tabrani menekankan, generasi milenial harus melihat ini sebagai peluang emas, bukan sekadar pekerjaan turun-temurun.
Dengan semangat inovasi dan kreativitas, generasi muda diharapkan mampu memberikan wajah baru bagi pertanian nasional.
“Bagi generasi milenial, potensi ini harus dilihat sebagai peluang. Jangan memandang pertanian sekedar pekerjaan turun-temurun, melainkan sebuah peluang bisnis yang sangat menarik,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah untuk Pertanian Modern
Untuk mendukung visi ini, pemerintah telah menyiapkan berbagai program strategis, antara lain, pertama pembangunan infrastruktur pertanian.
Pemerintah terus memperbaiki dan membangun infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan desa, dan fasilitas penyimpanan hasil panen. Hal ini bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi dan kualitas produksi.
"Pemerintah terus membangun dan memperbaiki infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan desa, serta fasilitas penyimpan hasil pertanian," tutur dia.
Kedua, akses permodalan. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), petani milenial kini bisa mendapatkan modal usaha dengan bunga rendah dan persyaratan yang mudah. Langkah ini dirancang untuk mendorong mereka memulai atau mengembangkan usaha di sektor pertanian.
"Misalnya melalui program kredit usaha akhir, yang kita ketahui bahwa kur ini bunganya sangat rendah dan persaratannya tidak terlalu rumit," lanjut dia.
Ketiga, penerapan teknologi pertanian modern. Teknologi seperti drone, sensor, dan sistem informasi geografis (GIS) menjadi alat utama dalam mengubah wajah pertanian. Pemerintah mendorong petani milenial untuk memanfaatkan teknologi ini guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
"Pemerintah akan terus mendorong adopsi teknologi pertanian modern, seperti adanya sensor, drone, dan sistem informasi geografis, yang mungkin saat ini sudah digunakan oleh petani, termasuk di dalamnya adalah para petani milenial," tambahnya.
Keempat, peningkatan kualitas SDM. Melalui program pelatihan dan pendidikan, pemerintah berkomitmen mencetak petani muda yang andal dan inovatif. Kementerian Pertanian telah menghadirkan pusat pelatihan untuk mendukung program ini.
"Komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian melalui program pelatihan pendidikan, yang hari ini hadir kepala pusatnya dari Kementerian Pertanian," ucap Tabrani.
Kelima, akses pasar domestik dan internasional. Pemerintah juga memfasilitasi akses pasar untuk produk-produk pertanian, baik di tingkat domestik maupun global. Langkah ini bertujuan menciptakan peluang baru dan memperluas jaringan pemasaran bagi petani.
Keenam, penyuluhan dan pendampingan.
Layanan penyuluhan dan pendampingan teknis diberikan untuk membantu petani menghadapi tantangan di lapangan. Penyuluh pertanian akan memberikan informasi dan solusi yang relevan agar para petani, termasuk petani milenial, mampu berkembang.
"Penyuluh pertanian dapat memberikan informasi dan bantuan teknis kepada petani mengatasi berbagai masalah yang dihadapi," tutup dia.