Pelabuhan Benoa Kembali Beroperasi Pasca-Nyepi, Sambut Kapal Pesiar dan Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026
Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, kembali beroperasi penuh setelah Hari Raya Nyepi, melayani kedatangan kapal pesiar MS Volendam dan bersiap menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026.
Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, kembali menunjukkan aktivitasnya setelah sempat ditutup selama 24 jam dalam rangka Hari Suci Nyepi. Pembukaan kembali ini ditandai dengan kedatangan kapal pesiar berbendera Belanda, MS Volendam, pada Jumat pagi. Pelindo Pelabuhan Benoa memastikan operasional berjalan optimal untuk mendukung pariwisata dan kelancaran arus mudik.
General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gde Agung Mataram, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan segala aspek. Penyesuaian operasional dilakukan dengan mengedepankan keselamatan serta keamanan pelayanan kapal dan penumpang. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran aktivitas di pelabuhan.
Kapal pesiar MS Volendam tiba tepat pukul 07.00 WITA, hanya satu jam setelah pelabuhan dibuka kembali. Kedatangan kapal ini menjadi penanda dimulainya kembali layanan setelah periode Nyepi. Pelabuhan Benoa siap menyambut berbagai aktivitas maritim, termasuk kapal pesiar dan angkutan penumpang.
Pelabuhan Benoa Sambut Kapal Pesiar MS Volendam
Kapal pesiar MS Volendam yang memiliki panjang 237 meter ini membawa sebanyak 975 penumpang dan 617 kru. Kapal tersebut melayani rute perjalanan dari Australia menuju Singapura, menjadikan Bali sebagai salah satu persinggahan penting. Sebelum tiba di Pelabuhan Benoa, MS Volendam sempat singgah di Pulau Komodo.
Kapal pesiar ini dijadwalkan akan bersandar di Pelabuhan Benoa selama satu malam. Selanjutnya, MS Volendam akan bertolak menuju Singapura pada Sabtu (21/3) pukul 17.00 WITA. Kedatangan kapal pesiar ini menunjukkan daya tarik Bali sebagai destinasi wisata internasional.
Agung Mataram menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengaturan komprehensif. Pengaturan ini mencakup kelancaran angkutan mudik dan juga kapal pesiar sebelum serta sesudah Nyepi. Pelindo Pelabuhan Benoa berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi semua pengguna jasa.
Persiapan Pelabuhan Benoa Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
Selain melayani kapal pesiar, Pelabuhan Benoa juga telah melayani arus penumpang angkutan Lebaran 2026. Keberangkatan kapal penumpang Pelni menuju sejumlah wilayah di Nusa Tenggara menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat. Peningkatan ini terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selama periode posko angkutan Lebaran 2026, arus mudik di Pelabuhan Benoa dilayani oleh tiga kapal milik Pelni. Armada yang bertugas meliputi KM Awu, KM Tilongkabila, dan KM Binaiya. Ketiga kapal ini berperan vital dalam memfasilitasi perjalanan masyarakat.
Sementara itu, KM Leuser dialihkan untuk membantu arus penumpang yang lebih padat di pelabuhan lain. Langkah ini menunjukkan fleksibilitas dan koordinasi Pelindo dalam mengelola lonjakan penumpang. Pelabuhan Benoa terus berupaya memastikan kelancaran arus mudik.
Proyeksi Penumpang dan Perbandingan Angkutan Lebaran
Berdasarkan data perkiraan sementara, Pelabuhan Benoa diproyeksikan melayani sekitar 4.480 penumpang selama periode 7 Maret hingga 7 April 2026. Total delapan kunjungan kapal diperkirakan akan terjadi dalam rentang waktu tersebut. Proyeksi ini menjadi acuan dalam persiapan operasional.
Proyeksi jumlah penumpang untuk angkutan Lebaran 2026 ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode angkutan Lebaran 2025, Pelabuhan Benoa melayani sebanyak 7.424 penumpang. Penurunan ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengalihan rute kapal.
Sumber: AntaraNews