Umat Muslim di Bali merayakan malam kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa dengan cara yang istimewa dan penuh makna. Perayaan ini ditandai dengan arak-arakan miniatur masjid yang unik, dihiasi dengan ornamen khas Bali, sembari diiringi gema takbir yang memenuhi udara. Tradisi ini menunjukkan kekayaan budaya serta semangat toleransi yang kuat di Pulau Dewata.
Perayaan Takbiran Bali ini berpusat di Dusun Wanasari, Denpasar, yang menjadi rumah bagi komunitas Muslim. Kegiatan ini merupakan wujud kreativitas para pemuda dan pemudi setempat, sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan antarumat beragama. Mereka ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya dan agama dapat hidup berdampingan secara harmonis.
Acara ini tidak hanya sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga sebuah pernyataan budaya yang mendalam. Miniatur masjid yang diarak tidak hanya berfungsi sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan tradisi Islam dengan kearifan lokal Bali. Inisiatif ini mendapatkan sambutan hangat dari seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kampung Muslim Dusun Wanasari, Farhan Hani, menjelaskan bahwa perayaan ini merupakan upaya menjaga pulau yang mereka tempati. Pembuatan miniatur masjid dengan ornamen-ornamen Bali adalah hasil kreativitas para pemuda yang mengutamakan toleransi.
Farhan menambahkan, hubungan baik antara Umat Muslim Dusun Wanasari dengan Umat Hindu menjadi inspirasi utama di balik ide perpaduan budaya ini. Konsep tersebut lahir dari pemikiran pemuda dan pemudi setempat yang ingin memperkuat ikatan persaudaraan.
Miniatur masjid berukuran sekitar 1,5 x 3 meter yang didominasi warna oranye khas bangunan Bali ini, di setiap sudutnya terdapat empat balai tinggi menyerupai bale kulkul di banjar maupun pura. Desain ini secara jelas menyampaikan pesan kekompakan dan toleransi di Bali, khususnya lingkungan Dusun Wanasari, yang harus terus terjaga.
Advertisement
Kekompakan ini semakin terlihat jelas mengingat perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah ini berlangsung tak lama setelah Hari Raya Nyepi. Hal ini menunjukkan betapa harmonisnya kedua agama merayakan hari raya mereka secara berdampingan.
Advertisement
Malam takbiran ini menjadi puncak perayaan setelah sebulan berpuasa, dengan ratusan Umat Muslim mulai berkumpul sejak sore di depan Masjid Baiturrahmah Denpasar. Iring-iringan takbir yang dinanti-nantikan baru tiba sekitar pukul 21.00 Wita, membawa semangat kemenangan.
Anak-anak dan pemuda-pemudi menjadi garda terdepan dalam arak-arakan ini, berjalan sekitar 3 kilometer membawa miniatur masjid bernuansa Bali. Mereka diiringi bendera, obor, dan hiasan bulan sabit, menciptakan pemandangan yang meriah dan penuh suka cita.
Sepanjang perjalanan, gema kalimat 'Allahu Akbar' terus berkumandang, diikuti oleh ratusan Umat Muslim yang menyaksikan di depan masjid selama satu jam penuh. Suara genderang yang mengiringi semakin menambah semarak suasana, menunjukkan euforia yang luar biasa.
Advertisement
Euforia perayaan malam takbiran tahun ini terlihat jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menandakan peningkatan antusiasme masyarakat. Hal ini membutuhkan pengamanan ekstra untuk memastikan kelancaran dan ketertiban acara.
Advertisement
Ilham Supriadi, Pendiri Forum Peduli Wanasari Bersatu (FPWB) yang juga merupakan tokoh masyarakat dan Anggota DPRD Denpasar, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian malam takbiran ini adalah inisiatif murni dari pemuda-pemudi Dusun Wanasari. Ini menunjukkan peran aktif generasi muda dalam melestarikan tradisi.
Forum dan para pengurus Kampung Muslim turut hadir membantu dalam hal pengamanan, berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan pecalang setempat. Kerja sama lintas sektoral ini memastikan perayaan berjalan aman dan kondusif.
Haji Farhan juga menyoroti bagaimana tradisi membangunkan sahur terakhir yang biasanya menjadi agenda tahunan, diundur pelaksanaannya. Demi menjaga kondusivitas Hari Raya Nyepi, tradisi tersebut dilaksanakan sebelum Nyepi dan Pengerupukan.
Advertisement
Ilham Supriadi menambahkan bahwa antusiasme warga Kampung Muslim yang hadir diperkirakan melebihi 10 ribu orang. Pengamanan ekstra diperlukan untuk mengantisipasi jumlah massa ini, agar kreativitas anak-anak yang telah disiapkan sebulan penuh dapat berjalan lancar dan semakin baik di tahun-tahun mendatang.
Sumber: AntaraNews