Pegadaian Jabar Raih Lonjakan Nasabah Baru 43,54% Sepanjang 2025, Indikasi Pergeseran Paradigma Investasi
PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat mencatat lonjakan nasabah baru signifikan sepanjang 2025, menunjukkan pergeseran minat masyarakat pada investasi emas dan pembiayaan UMKM.
PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) X Jawa Barat mencatat lonjakan signifikan pada jumlah nasabah barunya sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini mencapai 43,54 persen secara tahunan (yoy), sebuah pertumbuhan impresif di sektor jasa keuangan. Ini mengindikasikan pergeseran paradigma masyarakat di Jawa Barat, dari sekadar meminjam uang menjadi lebih tertarik pada investasi.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Dede Kurniawan, mengungkapkan pencapaian ini tidak hanya terlihat pada penambahan pengguna baru. Basis nasabah aktif Pegadaian Jabar juga menunjukkan pertumbuhan kuat, yaitu sebesar 15,34 persen. Data ini disampaikan Dede dalam keterangan resminya di Bandung pada hari Rabu, 16 Januari.
Dede menjelaskan dominasi sektor non-gadai, seperti investasi emas dan pembiayaan produktif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menjadi kunci keberhasilan. Hal tersebut merupakan manifestasi adaptasi korporasi dalam beradaptasi dengan karakter konsumen modern yang semakin melek digital. Kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian Jabar semakin menguat sebagai mitra solusi keuangan yang relevan.
Kepercayaan Masyarakat dan Transformasi Digital Pegadaian Jabar
"Pertumbuhan nasabah baru yang mencapai 43,54 persen ini adalah bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat Jawa Barat semakin kuat," ujar Dede Kurniawan. Ia menambahkan bahwa Pegadaian Jabar tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat gadai konvensional. Perusahaan telah bertransformasi menjadi mitra solusi keuangan yang relevan bagi berbagai generasi, termasuk milenial dan Gen Z.
Kenaikan nasabah aktif sebesar 15,34 persen juga mencerminkan loyalitas tinggi masyarakat terhadap ekosistem digital yang dibangun perusahaan. Aplikasi Tring! by Pegadaian serta layanan tabungan emas, disebut menjadi motor utama yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap pengelolaan keuangan. Inovasi digital ini memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan Pegadaian Jabar.
Saat ini, terdapat tren di mana masyarakat mulai memanfaatkan lembaga jasa keuangan ini sebagai instrumen perencanaan masa depan. Investasi emas, baik secara fisik maupun digital, menjadi pilihan utama bagi banyak individu. Pergeseran ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan mereka dan melihat Pegadaian sebagai platform investasi yang aman dan terpercaya.
Strategi Inklusi Keuangan dan Proyeksi Pertumbuhan Pegadaian Jabar
"Kami melihat adanya pergeseran tren, di mana masyarakat mulai memanfaatkan Pegadaian untuk perencanaan masa depan, seperti investasi emas fisik maupun digital. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan inklusi keuangan hingga ke pelosok Jawa Barat melalui kolaborasi ekosistem Ultra Mikro (UMi)," kata Dede Kurniawan.
Menyongsong tahun 2026, Pegadaian Jabar menyatakan optimismenya untuk menjaga momentum pertumbuhan ini. Perusahaan bertekad untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi nasabahnya. Strategi yang akan diterapkan meliputi penyederhanaan layanan yang lebih cepat dan aman, serta integrasi layanan ke pelosok daerah.
Langkah-langkah ini diproyeksikan akan terus memperkuat inklusi keuangan di wilayah Jawa Barat. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan keuangan formal. Pegadaian Jabar bertujuan untuk menjadi bagian integral dari perencanaan keuangan setiap keluarga dan individu di Jawa Barat, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews