Pakai Skema Lisensi dan Waralaba, Ratusan Produk UMKM Bakal Mejeng di Mal Besar
Langkah ini sekaligus membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk tampil di pusat-pusat perbelanjaan modern atau mal mal besar.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja secara resmi melakukan kick-off Gerak Bersama 100 UMKM Lisensi Merek Lokal. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong produk-produk lokal agar bisa naik kelas melalui skema lisensi dan waralaba.
Langkah ini sekaligus membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk tampil di pusat-pusat perbelanjaan modern atau mal mal besar. Adapun acara kick off tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.
Menurut Alphonzus, pusat perbelanjaan menyambut baik hadirnya berbagai merek lokal yang berpotensi tumbuh besar. Dia menilai langkah ini sebagai bentuk sinergi nyata antara pelaku UMKM, pengelola pusat belanja, dan pemerintah.
"Saya kira ini menjadi satu kebanggaan Pak Menteri, Kami di pusat perbelanjaan, Tentunya sangat menyambut, Ini ada tambahan berbagai merek, yang mungkin bisa masuk, Ke pusat perbelanjaan,” kata Alphonzus dalam acara Gerak Bersama 100 UMKM Lisensi Merek Lokal, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (23/7).
Gerakan ini diharapkan tak hanya membuka ruang usaha baru, tetapi juga memperkuat ekosistem ritel dalam negeri. Dengan mengusung semangat kolaborasi, APPBI melihat potensi besar bagi UMKM untuk berkembang lebih cepat, terutama dengan dukungan infrastruktur dan akses pasar yang dimiliki pusat belanja.
"Jadi, saya kira itu menjadi satu hal yang cukup baik bagi industri UMKM dan industri produk lokal. Supaya bisa cepat berkembang dengan konsep lisensi dan waralaba," ungkapnya.
Waralaba Kunci Strategi UMKM Minim Risiko
Alphonzus mengatakan, salah satu strategi yang ditekankan dalam gerakan ini adalah skema waralaba. Dia menyebut waralaba sebagai bentuk mengkopi kesuksesan, karena terbukti dapat memperkecil risiko bisnis.
"Dengan meminimalkan kegagalan, Dengan mengkopi kesuksesan tadi, Dan tentunya, Salah satunya di pusat perbelanjaan, Kalau membuka usahanya," ujarnya.
Konsep ini dinilai cocok bagi UMKM yang telah memiliki produk unggulan namun belum memiliki sumber daya untuk melakukan ekspansi sendiri. Dengan adanya pemegang lisensi atau mitra waralaba, ekspansi bisnis menjadi lebih cepat dan efisien.
Pusat Belanja Nasional Siap Tampung Merek Lokal Kelas Menengah Bawah
Alphonzus, mengungkapkan, bahwa sebagian besar pusat belanja di Indonesia sesungguhnya melayani kelas menengah bawah.
"Pusat perbelanjaan di Indonesia itu didominasi, Oleh kelas menengah bawah, kelas atas itu hanya 5 persen Pak Menteri, kalau yang kita lihat itu hanya Tamrin Sudirman, Plaza Indonesia, Senayan City, Pelasa Senayan itu cuma 5 persen jumlannya. Dari seluruh total, Pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia," jelasnya.
Dengan dominasi pasar tersebut, produk lokal dan UMKM sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengisi ruang-ruang usaha di pusat perbelanjaan.