Gubernur NTT Dorong ASN Beli Produk UMKM di NTT Mart, Target Transaksi Ratusan Miliar Rupiah
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk ASN NTT Beli Produk UMKM di gerai NTT Mart, menargetkan perputaran ekonomi lokal hingga Rp200 miliar per bulan.
Gubernur NTT Dorong ASN Beli Produk UMKM di NTT Mart
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara tegas mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk aktif membeli beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersedia di gerai NTT Mart. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat perekonomian lokal dan memberikan dukungan langsung kepada para pelaku UMKM.
Inisiatif ini diumumkan saat peluncuran NTT Mart oleh Dekranasda Manggarai Barat di Labuan Bajo pada hari Minggu, 22 Desember. Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa ASN memiliki peran krusial sebagai pendorong utama roda ekonomi daerah.
NTT Mart sendiri merupakan program inovatif dari Pemerintah Provinsi NTT yang dirancang untuk mempermudah akses pemasaran bagi produk-produk UMKM lokal. Tujuannya adalah menciptakan pasar yang stabil dan berkelanjutan bagi produk-produk unggulan daerah.
Landasan Hukum dan Target Transaksi Ekonomi Lokal
Gubernur Melki Laka Lena mengungkapkan rencana untuk menyusun produk hukum yang akan menjadi landasan kewajiban bagi ASN di lingkup Pemerintah Provinsi NTT untuk membeli produk UMKM. Proses koordinasi akan dilakukan dengan otoritas hukum, termasuk kementerian terkait dan DPRD, untuk menentukan bentuk regulasi yang paling tepat, apakah peraturan gubernur, peraturan bupati, atau peraturan daerah.
Kebijakan ini akan mewajibkan setiap ASN untuk melakukan transaksi pembelian produk UMKM dengan nilai minimal Rp100 ribu. Dengan estimasi sekitar 150 ribu ASN di seluruh NTT, Gubernur Melki Laka Lena menargetkan total transaksi di NTT Mart dapat mencapai antara Rp150 miliar hingga Rp200 miliar setiap bulannya.
Target ambisius ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di tingkat lokal, memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan pelaku UMKM. Namun, Gubernur menekankan bahwa kebijakan tersebut akan dilaksanakan secara menyeluruh setelah gerai NTT Mart beroperasi dengan ketersediaan produk yang memadai di seluruh wilayah.
Saat ini, kewajiban membeli produk di NTT Mart sudah mulai berlaku di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT dan telah diketahui oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Hal ini menunjukkan komitmen awal pemerintah daerah dalam mendukung inisiatif ini sebelum regulasi resmi diberlakukan.
Percepatan Ekspansi Gerai NTT Mart di Seluruh Wilayah
Gerai NTT Mart di Labuan Bajo merupakan gerai ke-10 yang telah diresmikan oleh Pemerintah Provinsi NTT. Program ini menargetkan pembentukan gerai di 22 kabupaten/kota di seluruh wilayah NTT, memperluas jangkauan pemasaran bagi produk-produk lokal.
Gubernur Melki Laka Lena mendesak agar seluruh 22 gerai NTT Mart dapat segera terbentuk sebelum akhir tahun 2025. Percepatan ini menjadi prioritas untuk memastikan program dapat berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM.
Untuk mencapai target tersebut, tim khusus akan dibentuk untuk mempercepat penyelesaian pembukaan gerai di wilayah-wilayah yang tersisa. Harapannya, seluruh NTT Mart dapat berdiri di seluruh NTT sebelum 31 Desember, menandai penutupan tahun dengan pencapaian penting ini.
Langkah ekspansi ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi NTT dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM. Dengan adanya gerai yang tersebar luas, diharapkan produk-produk lokal dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat dan ASN, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.
Sumber: AntaraNews