OJK Targetkan Pasar Modal Indonesia Jadi Penggerak Utama Pembangunan Nasional
OJK menegaskan Pasar Modal Indonesia harus tangguh menghadapi disrupsi global dan menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang inklusif serta berkelanjutan. Simak strategi penguatan!
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyatakan harapan besar terhadap peran pasar modal Indonesia. Pasar modal tidak hanya dituntut tangguh menghadapi berbagai disrupsi global yang terus terjadi. Namun juga diharapkan menjadi motor penggerak utama pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara CEO Networking 2025 di Jakarta pada Selasa (18/11) lalu. Acara tersebut merupakan bagian dari peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia. OJK menekankan pentingnya pasar modal sebagai penyedia sumber pembiayaan jangka panjang yang kredibel.
Sektor jasa keuangan dan pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi industri nasional. Setiap kebijakan dan inovasi harus berorientasi pada keseimbangan daya saing dan keberlanjutan. Hal ini dilakukan demi mewujudkan target masuk Top 10 Bursa Dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
Tiga Pilar Utama Penguatan Pasar Modal Indonesia
Mahendra Siregar mengidentifikasi tiga pilar fundamental untuk memperkuat peran sektor jasa keuangan dan pasar modal. Pilar-pilar ini meliputi tata kelola yang baik (GCG), inovasi yang berkelanjutan, serta struktur permodalan yang kokoh. Ketiga elemen ini saling terkait dan esensial untuk pertumbuhan jangka panjang.
"GCG bukan hanya sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan fondasi kepercayaan dan keberlanjutan," kata Mahendra. Transparansi dan akuntabilitas yang kuat menjadi penopang utama kepercayaan investor dan publik. Ini memastikan Pasar Modal Indonesia beroperasi dengan integritas tinggi.
Inovasi yang berkelanjutan juga sangat diperlukan, mulai dari efisiensi proses bisnis hingga adopsi teknologi digital. Inovasi ini mencakup layanan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan. Keseimbangan antara ketiga pilar ini menentukan kemampuan perusahaan untuk melangkah maju dan berkembang.
Selain itu, struktur permodalan yang kokoh menjadi syarat mutlak di tengah volatilitas global. Kecukupan modal memungkinkan perusahaan tumbuh, berekspansi, dan berinovasi dengan keyakinan penuh. Ini penting untuk menjaga stabilitas Pasar Modal Indonesia.
Dinamika Investor dan Peran Bursa Efek Indonesia
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyoroti perubahan perilaku investor di pasar saham Indonesia. Perubahan ini terlihat dari preferensi saham yang ditransaksikan oleh para investor. Hal ini menunjukkan pasar semakin beragam dan dinamis dengan peluang lebih luas bagi emiten.
Pasar yang dinamis ini memberikan kesempatan bagi emiten untuk mendapatkan exposure dan minat investor baru. Likuiditas saham emiten perlu dijaga secara konsisten. Ini krusial dalam menjaga kepercayaan pasar dan para investor.
"Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong partisipasi emiten dalam Program Liquidity Provider, sebuah inisiatif yang membantu meningkatkan aktivitas perdagangan dan mendukung valuasi yang lebih wajar," ujar Iman Rachman. Inisiatif ini dirancang untuk membantu meningkatkan aktivitas perdagangan saham. Program ini juga mendukung valuasi yang lebih wajar bagi emiten di Pasar Modal Indonesia.
Dengan meningkatnya minat investor pada saham di luar indeks utama, Program Liquidity Provider menjadi sarana penting. Program ini memastikan saham emiten tetap aktif diperdagangkan dan dipercaya investor. Tujuannya adalah mencapai nilai optimal di pasar saham.
Sinergi dan Target Global Pasar Modal Indonesia
BEI berkomitmen kuat untuk membangun Pasar Modal Indonesia yang inovatif, transparan, dan inklusif. Selain itu, pasar modal juga ditargetkan terhubung secara global. Tujuan utamanya adalah mewujudkan target masuk Top 10 Bursa Dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
Pasar modal diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi semua pihak, termasuk investor, emiten, dan perekonomian secara keseluruhan. Pencapaian ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Kerjasama yang erat akan memperkuat posisi Pasar Modal Indonesia.
Acara CEO Networking 2025, yang diselenggarakan OJK dan SRO, menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi ini. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 460 CEO dari berbagai entitas pasar modal. Para pembicara membahas strategi global trade dan ketahanan industri.
Acara ini diharapkan menjadi katalis untuk akselerasi pertumbuhan Pasar Modal Indonesia. Kontribusinya terhadap kemajuan perekonomian nasional menjadi fokus utama. Sinergi antar pemangku kepentingan akan mendorong pencapaian target-target ambisius.
Sumber: AntaraNews