OCBC Syariah Raih Kinerja Gemilang 2025: Volume Emas Melonjak 506 Persen
Unit Usaha Syariah (UUS) OCBC atau OCBC Syariah mencatat pertumbuhan luar biasa di tahun 2025, dengan volume gramasi emas yang dikelola melonjak hingga 506 persen. Penasaran dengan rahasia di balik kesuksesan ini?
PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) atau OCBC Syariah, berhasil mencatatkan kinerja yang sangat solid sepanjang tahun 2025. Performa gemilang ini ditandai dengan lonjakan signifikan pada volume gramasi emas yang dikelola, serta peningkatan jumlah nasabah tabungan emas. Pencapaian ini menunjukkan respons positif pasar terhadap solusi keuangan syariah yang ditawarkan.
Data terbaru menunjukkan bahwa volume gramasi emas yang dikelola oleh OCBC Syariah pada tahun 2025 mencapai 771,2 kilogram. Angka ini merupakan peningkatan drastis sebesar 506 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), mengindikasikan minat nasabah yang kian tinggi terhadap investasi emas syariah.
Selain itu, jumlah nasabah tabungan emas di OCBC Syariah juga mengalami pertumbuhan pesat, yakni sebesar 223 persen (yoy) pada periode yang sama. Kepala UUS OCBC, Mahendra Koesumawardhana, menegaskan komitmen bank untuk terus menyediakan solusi keuangan syariah yang mudah diakses dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Pertumbuhan Signifikan Tabungan Emas OCBC Syariah
Lonjakan volume gramasi emas yang dikelola OCBC Syariah menjadi salah satu sorotan utama kinerja tahun 2025. Dengan total 771,2 kilogram emas yang dikelola, OCBC Syariah menunjukkan dominasinya di segmen tabungan emas syariah.
Pertumbuhan ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi emas sebagai lindung nilai. Emas, sebagai aset fisik, dianggap stabil dan relatif tahan terhadap fluktuasi pasar, menjadikannya pilihan menarik bagi investor jangka panjang.
Untuk semakin memudahkan nasabah, OCBC Syariah menghadirkan fitur autodebit Tabungan Emas melalui aplikasi OCBC Mobile. Fitur inovatif ini memungkinkan nasabah untuk berinvestasi emas secara rutin dan konsisten, dengan pilihan frekuensi investasi yang fleksibel, mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan. Kemudahan ini membantu nasabah membangun kebiasaan investasi yang disiplin dan berkelanjutan, khususnya untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang.
Kinerja Keuangan Solid dan Inovasi Layanan OCBC Syariah
Di luar segmen emas, kinerja keuangan OCBC Syariah secara keseluruhan juga menunjukkan hasil yang memuaskan sepanjang 2025. Total aset UUS OCBC meningkat 20 persen (yoy) menjadi Rp13,2 triliun per 31 Desember 2025.
Pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp5,7 triliun, dengan mayoritas dialokasikan untuk pembiayaan rumah atau KPR iB sebesar 52 persen, dan 48 persen sisanya untuk pembiayaan produktif. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat tumbuh sebesar 27 persen (yoy), mencapai Rp10,9 triliun.
Sebagai bagian dari pengembangan layanan syariah, UUS OCBC turut meluncurkan layanan Premier Banking dengan Solusi Syariah. Layanan ini didesain untuk membantu nasabah mengoptimalkan pertumbuhan aset sesuai prinsip syariah, sekaligus memfasilitasi penyaluran kebaikan melalui program wakaf berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan mitra terpercaya, dana wakaf nasabah disalurkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Komitmen Sosial dan Wakaf Berkelanjutan OCBC Syariah
Komitmen OCBC Syariah terhadap kontribusi sosial dan kemanusiaan berbasis nilai-nilai syariah juga sangat kuat. Sepanjang tahun 2025, UUS OCBC telah menyalurkan dana kebajikan sebesar Rp2,59 miliar.
Selain itu, dana zakat atas bagi hasil nasabah dan zakat digital melalui OCBC Mobile pada tahun yang sama tercatat sebesar Rp280,9 juta. Inisiatif ini mencerminkan peran aktif OCBC Syariah dalam mendukung kesejahteraan sosial.
Melalui program Premier Banking dengan Solusi Syariah, UUS OCBC berhasil menyalurkan dana wakaf atas nama nasabah untuk pembangunan sarana air bersih di Lombok Tengah, NTB, dan perbaikan sekolah SD Juara Jakarta Timur. Upaya ini menunjukkan bagaimana OCBC Syariah tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews