Modus Penipuan yang Menyasar Lansia
Lansia menjadi kelompok masyarakat yang rentan menghadapi penipuan keuangan.
Kemajuan teknologi memudahkan masyarakat beraktivitas, termasuk dalam transaksi. Akan tetapi, kemudahan ini juga mengintai bahaya beragam modus penipuan yang menyasar beragam kelompok usia.
Dan di antaranya, lansia menjadi kelompok masyarakat yang rentan menghadapi penipuan keuangan.
Dilansir The Money Digest, beberapa contoh penipuan yang menyasar lansia adalah lembaga amal palsu.
Modusnya, penipu yang ingin mengambil keuntungan dari donatur yang tidak menaruh curiga sering kali memanfaatkan trauma bencana alam atau peristiwa dahsyat lainnya.
Penelepon akan berpura-pura menghubungi korbannya mengenai dana yang telah disiapkan untuk membantu mereka yang menderita akibat gempa bumi, atau longsor.
Mereka ingin memanfaatkan penderitaan manusia terkini, dan mungkin terkadang menyebut diri mereka dengan nama yang sangat mirip dengan sesuatu yang sudah ada, alih-alih Veterans Affairs (VA), penelepon mungkin mengklaim bahwa mereka dari Veterans Authority, misalnya.
Lembaga amal palsu akan berupaya menarik sumbangan amal dalam bentuk barang atau uang untuk membantu mereka yang membutuhkan, tetapi sebaliknya akan membawa kabur informasi dan donasi Anda. Lembaga amal yang terdaftar akan dicantumkan di situs resmi seperti BBB Wise Giving Alliance atau Charity Navigator. Memeriksa sumber-sumber seperti ini akan membantu Anda mengenali penipu sebelum terlambat.
Demikian pula, mencari nama lembaga amal dengan kata "penipuan" atau "pengaduan" akan membantu Anda menghindari skema ini.
Penjualan Resep Palsu
Modus lainnya adalah, penjualan obat palsu telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 1990-an, FDA menyelidiki rata-rata lima penjualan palsu per tahun, dan sejak tahun 2000, jumlahnya telah mencapai sekitar 20. Penjualan palsu paling sering muncul di internet, bukan di etalase fisik, dan menjadi daya tarik bagi pembeli yang ingin mendapatkan harga terbaik untuk obat-obatan penting.
Para manula menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk menjadi sasaran di sini, karena warga Amerika yang lebih tua sering kali membutuhkan obat resep dalam jumlah yang lebih besar daripada rekan-rekan mereka yang lebih muda. Dengan harga obat yang terus menjadi titik pertikaian bagi semua orang Amerika, pencarian obat murah membuat banyak orang terjebak dalam perangkap ini.
Sifat berbahaya dari pemasok obat palsu ada dua. Pertama, resep palsu merugikan para manula tanpa membantu meringankan kondisi yang mendasarinya. Namun, pil palsu juga dapat diproduksi dengan zat berbahaya, bukan hanya sebagai semacam plasebo.
Hasilnya dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar pada pengguna, semakin mempersulit kebutuhan medis mereka dan memperburuk perhitungan keuangan yang sudah rumit yang membuat pengobatan tetap memungkinkan.