Minat Masyarakat Indonesia Investasi Kripto dan Fintech Semakin Meningkat, Ini Buktinya
Nilai transaksi aset kripto mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai Rp360,3 triliun antara Januari hingga September 2025.
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Mordor Intelligence, industri fintech di Indonesia diperkirakan akan mencapai nilai sebesar Rp341,1 triliun pada tahun 2025. Salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan adalah fintech lending, yang menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengalami peningkatan total pembiayaan sebesar 27,93 persen atau setara dengan Rp82,59 triliun per Mei 2025.
Selain itu, industri kripto yang juga merupakan bagian dari fintech, sebagaimana dilaporkan oleh OJK, menunjukkan pertumbuhan nilai transaksi aset kripto yang mencapai Rp360,3 triliun antara Januari hingga September 2025.
Data-data ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan fintech di tanah air.
Dalam konteks pertumbuhan industri tersebut, Pintu bekerja sama dengan PT Julo Teknologi Finansial (JULO) untuk mengadakan diskusi mengenai investasi kripto dan teknologi blockchain. Kedua platform ini telah mencapai pencapaian yang signifikan, di mana Pintu mencatat lebih dari 10 juta unduhan hingga Oktober 2025, sementara JULO juga berhasil menarik lebih dari 10 juta pengguna dan telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 3,27 juta nasabah di seluruh Indonesia. Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap layanan fintech.
"Kolaborasi ini merupakan strategi kami dalam memperluas jangkauan edukasi kripto di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat agar dapat mengelola keuangan dan berinvestasi secara bijak, terutama investasi pada aset kripto yang tidak hanya melihat peluang keuntungan, tetapi juga memahami potensi risikonya. Untuk itu, kami terbuka berkolaborasi bersama-sama demi meningkatkan edukasi kripto masyarakat di Indonesia,” ungkap Senior Vice President Strategy & Business Pintu, Andy Putra.
Tingkatkan Literasi Keuangan dengan Kolaborasi Lintas Sektor
Direktur Utama JULO, Harri Suhendra, memberikan sambutan positif terhadap program Pintu Goes to Office yang diadakan oleh Pintu.
"Kami mendukung penuh kolaborasi program edukasi dan literasi yang diinisiasi oleh Pintu. Sebagai perusahaan fintech, kami memahami pentingnya peningkatan pemahaman keuangan bagi masyarakat serta mendukung inovasi di industri keuangan digital," ujarnya.
"Kami berharap kolaborasi antar fintech seperti ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," tutupnya.
Dalam kesempatan ini, Harri Suhendra menekankan bahwa kolaborasi antara berbagai perusahaan fintech sangat krusial untuk memperkuat pemahaman keuangan di kalangan masyarakat. Ia percaya bahwa edukasi yang tepat dapat membantu masyarakat dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.
Dengan adanya program seperti Pintu Goes to Office, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran dan pengetahuan mengenai keuangan digital, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan dengan lebih optimal.