Mentan Amran akan Kumpulkan Importir Plastik: Jangan Terlalu Menaikkan Harga Tinggi
Kenaikan harga ini membuat ongkos pengeluaran pedagang pasar hingga 20 persen.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku bakal mengumpulkan para importir terkait kenaikan harga plastik. Kenaikan harga ini membuat ongkos pengeluaran pedagang pasar hingga 20 persen.
"Nanti kami kumpulkan teman-teman importir, jangan terlalu menaikan harga tinggi," kata Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa (7/4).
Kelangkaan Biji Plastik
Secara terpisah, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD, Ghimoyo mengungkapkan, hampir semua pabrik sudah mulai merasakan kelangkaan biji plastik.
"Jadi di semua pabrik-pabrik itu sudah mulai terasa kelangkaan biji plastik. Ini lebih krusial karena ini seluruh pangan, seluruh pupuk, seluruh beras, itu menggunakan karung plastik," ujar Ghimoyo.
Menurut Ghimoyo, kelangkaan itu meliputi kemasan-kemasan kiloan seperti kemasan minyak goreng juga menggunakan bahan yang sama. Lalu dukungan terhadap subsidi distribusi pangan.
"Kami melihat bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada produksi, tetapi juga pada distribusi terutama ke wilayah Indonesia Timur dan daerah 3T," ucap Ghimoyo.
Oleh karena itu, dukungan subsidi biaya angkut logistik menurutnya akan sangat membantu agar harga pangan di wilayah tersebut tetap terjangkau dan tidak terjadi disparitas yang tinggi.
"Di sisi lain, kami menegaskan komitmen ID Food untuk terus menjaga ketersediaan komoditas strategis seperti gula, daging, dan minyak goreng sepanjang tahun. Memperluas jaringan distribusi hingga ke wilayah 3T," tegasnya.
"Siap mendukung program pemerintah seperti MBG melalui penyediaan komoditas protein seperti ayam, telur, dan ikan," pungkasnya.