Menko Pangan Pastikan Percepatan Pemulihan Pasar Aceh Tamiang Pascabanjir
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung upaya percepatan **pemulihan pasar Aceh Tamiang** pascabanjir, memastikan aktivitas ekonomi dan kebutuhan dasar warga terdampak segera pulih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan pemulihan sektor pangan dan ekonomi masyarakat yang terdampak parah oleh bencana banjir. Fokus utama adalah mengembalikan fungsi pasar rakyat sebagai pusat aktivitas ekonomi vital.
Dalam peninjauan tersebut, Zulkifli Hasan didampingi oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Rombongan secara khusus meninjau kondisi Pasar Kuala Simpang, pasar terbesar di kabupaten tersebut.
Zulhas menegaskan bahwa pemulihan pasar rakyat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama pemerintah. Hal ini sangat penting agar roda ekonomi masyarakat dapat segera berputar kembali dan kehidupan normal dapat dipulihkan.
Upaya Percepatan Pemulihan Pasar Kuala Simpang
Pasar Kuala Simpang, yang telah berdiri sejak tahun 1982, merupakan salah satu dari 112 pasar rakyat di Aceh yang mengalami dampak serius akibat banjir. Pasar ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal dengan menampung sebanyak 295 pedagang. Kerusakan infrastruktur pasar menghambat kegiatan jual beli, sehingga memerlukan penanganan cepat.
Pemerintah telah menyelesaikan proses pembersihan pasar hingga akhir Desember 2025 melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pemerintah daerah, serta TNI Angkatan Darat memastikan pasar dapat kembali beroperasi. Upaya ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat **pemulihan pasar Aceh Tamiang** agar kembali berfungsi optimal.
Dengan rampungnya pembersihan, aktivitas perdagangan di Pasar Kuala Simpang diharapkan dapat berjalan normal kembali. Pemulihan ini krusial untuk menggerakkan kembali perekonomian lokal dan menyediakan akses pangan serta kebutuhan pokok bagi masyarakat Aceh Tamiang.
Distribusi Bantuan Kemanusiaan dan Penguatan Ketahanan Pangan
Selain meninjau pasar, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga mengunjungi posko pengungsian di Desa Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir berjalan tepat sasaran dan efisien.
Pemerintah telah menyalurkan berbagai jenis bantuan, termasuk 10.000 paket makanan siap saji, 336 kilogram bantuan sandang, serta 1,6 ton peralatan sanitasi. Bantuan ini merupakan upaya konkret untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dan meringankan beban mereka pascabencana.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan sektor swasta, yakni PT Halalan Thayyiban dan PT Bagus Peduli. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam penanganan dampak bencana dan upaya **pemulihan pasar Aceh Tamiang** secara menyeluruh.
Komitmen Lintas Sektor untuk Pemulihan Berkelanjutan
Zulhas menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal proses pemulihan di wilayah terdampak banjir. Fokus utama meliputi perbaikan infrastruktur dasar, penguatan ketahanan pangan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang pemerintah.
Pemerintah menyatakan bahwa **pemulihan pasar Aceh Tamiang** pascabanjir dilakukan secara terpadu lintas sektor. Pendekatan ini esensial untuk menjaga stabilitas pangan dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di daerah yang terkena dampak bencana. Koordinasi yang baik antarlembaga menjadi kunci keberhasilan.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, diharapkan masyarakat Aceh Tamiang dapat segera bangkit. Pemulihan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemulihan sosial dan ekonomi secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews