Mendagri: Ratusan Pasar Rakyat di Sumatra Mulai Beroperasi Usai Bencana Banjir

Mendagri Tito Karnavian mengakui bahwa belum semua pasar rakyat beroperasi secara optimal.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Mendagri: Ratusan Pasar Rakyat di Sumatra Mulai Beroperasi Usai Bencana Banjir
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Istimewa) (© 2026 Liputan6.com)

Pemerintah memastikan bahwa aktivitas pasar rakyat yang terdampak bencana di Sumatra kini telah mulai beroperasi kembali, berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang diadakan di Jakarta pada Rabu (11/2).

Menurut data pemantauan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 9 Februari 2026, sebanyak 465 pasar rakyat yang terdampak bencana di Provinsi Aceh telah kembali beroperasi secara fungsional. Pasar-pasar ini tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Pidie Jaya.

Selain di Aceh, pemulihan aktivitas pasar rakyat juga terjadi di provinsi lain. Di Sumatera Utara, tercatat sebanyak 57 pasar rakyat telah kembali beroperasi, sementara di Sumatera Barat, sebanyak 31 pasar rakyat juga sudah mulai melayani aktivitas jual beli masyarakat.

Meskipun demikian, Mendagri Tito Karnavian mengakui bahwa belum semua pasar rakyat beroperasi secara optimal. Beberapa pasar masih mengalami keterbatasan fasilitas dan akses pendukung akibat dampak bencana.

"Kemudian, ekonomi pasar, sebagian besar sudah berjalan lancar. Sudah fungsional, ada yang belum maksimal," ujar Tito dalam keterangan tertulisnya.

Mendagri: Ratusan Pasar Rakyat di Sumatera Mulai Beroperasi Pascabencana
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Istimewa) © 2026 Liputan6.com

Menteri Tito menegaskan bahwa pemulihan aktivitas pasar rakyat harus sejalan dengan perbaikan infrastruktur dasar serta konektivitas antar wilayah. Akses jalan dan jembatan dianggap sebagai faktor penting untuk memastikan distribusi barang dan mobilitas masyarakat dapat kembali normal.

Menurut pemantauan dari Satgas PRR per 8 Februari 2026, pembangunan jalan nasional dan jembatan nasional di tiga provinsi yang terkena bencana telah mencapai 100 persen. Selain itu, perbaikan jalan daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat juga telah mencapai 91 persen.

Meskipun masih ada kendala dalam perbaikan jembatan daerah serta jalan provinsi, kabupaten/kota, dan desa, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan percepatan melalui sinergi lintas sektor, termasuk TNI dan Polri.

Selain fokus pada pasar rakyat, pemerintah juga berupaya mendorong kebangkitan ekonomi pascabencana dengan memperkuat UMKM dan sektor ekonomi kreatif. "Ekonomi harus dibangkitkan, mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel, beberapa tempat. Kemudian akses, sangat penting sekali. Akses terutama jalan darat," tutup Tito.

Rekomendasi