Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang Laksanakan Tarawih Perdana di Masjid Darul Mukhlisin

Warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang kembali bersemangat melaksanakan Tarawih perdana Ramadhan 1447 H di Masjid Darul Mukhlisin, menandai pulihnya semangat ibadah pasca-bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang Laksanakan Tarawih Perdana di Masjid Darul Mukhlisin
Warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang kembali bersemangat melaksanakan Tarawih perdana Ramadhan 1447 H di Masjid Darul Mukhlisin, menandai pulihnya semangat ibadah pasca-bencana. (AntaraNews)

Warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang, Aceh, kini dapat kembali menjalankan ibadah dengan khusyuk. Mereka melaksanakan salat Tarawih perdana Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ibadah penting ini berlangsung di Masjid Darul Mukhlisin, sebuah simbol ketahanan masyarakat setempat.

Kegiatan Tarawih perdana ini dimulai pada Rabu (18/2) setelah salat Isya. Para jamaah, termasuk warga terdampak dan santri, berkumpul untuk mengikuti tausiah terlebih dahulu. Momen ini menjadi penanda dimulainya bulan suci Ramadhan bagi komunitas yang baru saja bangkit dari keterpurukan.

Pelaksanaan Tarawih ini menjadi bukti semangat kebersamaan dan kebangkitan warga Aceh Tamiang. Masjid Darul Mukhlisin, yang sempat porak-poranda dihantam material banjir, kini telah berfungsi kembali. Ini menunjukkan pemulihan yang luar biasa berkat dukungan berbagai pihak.

Masjid Darul Mukhlisin memiliki kisah tersendiri dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025. Masjid ini sempat menjadi sorotan publik karena diterjang ribuan kayu gelondongan. Material bencana tersebut menumpuk di halaman masjid, menyisakan pemandangan pilu.

Meskipun demikian, semangat warga untuk beribadah tidak surut. Walaupun tumpukan kayu gelondongan sudah tidak lagi memenuhi halaman, sisa-sisa lumpur kering masih terlihat di sisi area masjid. Lumpur tersebut menyebabkan pelataran masjid dipenuhi debu cokelat, yang berulang kali dibersihkan oleh para santri.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Tanjung Karang, Mulkana, mengungkapkan rasa syukurnya. "Masyarakat umum, alhamdulillah kami juga banyak jamaah yang memang lebih memilih shalat di sini. Terbuka juga untuk siapa pun," ujarnya saat ditemui di lokasi. Ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid.

Mulkana menyampaikan bahwa pemulihan Masjid Darul Mukhlisin adalah sebuah keajaiban. Masjid ini berhasil berfungsi kembali hanya dalam kurun waktu dua bulan setelah dihantam bencana. Padahal, menurut perkiraannya, proses pemulihan seharusnya membutuhkan waktu setahun lebih.

Kecepatan pemulihan ini tidak lepas dari perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah serta masyarakat. Solidaritas yang kuat antarwarga dan dukungan dari luar menjadi kunci utama. Aktivitas ibadah di masjid tercatat pulih secara perdana pada 29 Januari 2026, sekitar dua bulan pasca-banjir bandang.

"Kerjaan yang seharusnya dikejar dalam setahun-dua tahun itu selesai dalam dua bulan kemarin. Jadi, kita ini tidak ada lagi dalam ruangan mana pun tidak ada lumpur lagi," kata Mulkana. Pernyataan ini menggambarkan betapa intensifnya upaya pembersihan dan perbaikan yang telah dilakukan. Mulkana juga menambahkan bahwa kondisi masjid kini sudah sepenuhnya bersih dari lumpur. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang melampaui ekspektasi awal.

Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi warga untuk terus berbenah dan membangun kembali kehidupan mereka pasca-bencana. Kini, masjid tersebut benar-benar bersih dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan, mengembalikan fungsi vitalnya sebagai pusat komunitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi