Madiun Pernah Minus Kini Plus 5: Pemkot Bentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Madiun
Pemerintah Kota Madiun membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Madiun untuk mengawal strategi pembangunan, memberdayakan UMKM, dan meningkatkan investasi, demi mewujudkan visi Madiun Maju Mendunia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mengambil langkah strategis dengan membentuk tim percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Pembentukan tim ini dilakukan melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) pada Sabtu, 13 September, di Madiun, Jawa Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat strategi pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian, dan SDA Bapelitbangda Kota Madiun, Mas Kahono Pekik Hari, menegaskan pentingnya langkah ini. "Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun harus digerakkan secara terintegrasi dan berkesinambungan untuk kemajuan daerah," ujarnya dalam keterangan resmi. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Pemkot Madiun dalam mencapai kemajuan ekonomi yang merata.
Pembentukan tim ini merupakan respons nyata Pemkot Madiun terhadap berbagai program prioritas daerah. Fokus utama tim adalah pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pengembangan sektor pariwisata lokal, dan peningkatan investasi daerah. Langkah ini diharapkan mampu mengulang keberhasilan Kota Madiun yang pernah mencatat pertumbuhan ekonomi positif dari kondisi minus saat pandemi COVID-19.
Strategi Komprehensif untuk Peningkatan Ekonomi
Tim percepatan pertumbuhan ekonomi Madiun ini dibentuk sebagai wujud nyata dari komitmen Pemkot Madiun dalam menindaklanjuti program-program prioritas. Fokus utamanya mencakup beberapa sektor krusial yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Salah satu prioritas utama adalah pemberdayaan UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat.
Selain itu, pengembangan pariwisata lokal juga menjadi perhatian serius tim ini. Dengan potensi wisata yang dimiliki, diharapkan sektor ini mampu menarik lebih banyak pengunjung dan menciptakan lapangan kerja baru. Peningkatan investasi di daerah juga menjadi target penting, di mana tim akan bekerja untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menarik bagi para investor.
Mas Kahono Pekik Hari menyoroti pengalaman Kota Madiun yang berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi. "Apalagi Kota Madiun pernah pengalaman saat pandemi COVID-19 pertumbuhan ekonominya dari minus menjadi plus 5," katanya. Pengalaman ini menjadi modal berharga dan motivasi bagi tim untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Pemantauan Berkelanjutan
Tim percepatan pertumbuhan ekonomi Madiun ini beranggotakan unsur pemerintah daerah, memastikan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Tim akan bertanggung jawab merumuskan strategi, mengawal pelaksanaan program, serta memastikan hasil positif dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Langkah nyata dari tim ini akan dilaporkan secara berkala, menunjukkan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, tim juga akan memastikan pengalokasian belanja daerah yang memadai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung program-program ekonomi. Penguatan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) juga menjadi kunci dalam memantau perkembangan pertumbuhan ekonomi secara akurat dan berkelanjutan.
Data terbaru dari BPS Kota Madiun menunjukkan optimisme, di mana pertumbuhan ekonomi wilayah setempat pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 5,87 persen. Angka ini menjadi indikator positif dan pemicu semangat bagi tim. Dengan terbentuknya tim ini, Pemkot Madiun optimistis target pembangunan daerah dapat tercapai, sejalan dengan visi Kota Madiun Maju Mendunia yang terus digelorakan.
Sumber: AntaraNews