Lion Group Antisipasi Bird Strike Jelang Lebaran 2026, Prioritaskan Keselamatan Penerbangan
Lion Group serius mengantisipasi bird strike jelang Angkutan Lebaran 2026. CEO Daniel Putut Kuncoro Adi soroti peningkatan insiden dan pentingnya koordinasi lintas sektor demi keselamatan penerbangan yang optimal.
Maskapai penerbangan Lion Group mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi potensi "bird strike" atau tabrakan pesawat dengan burung. Upaya ini dilakukan secara intensif selama periode Angkutan Lebaran 2026 guna meningkatkan standar keselamatan penerbangan.
CEO Lion Group Daniel Putut Kuncoro Adi menegaskan bahwa peningkatan keselamatan melalui koordinasi lintas sektor menjadi prioritas utama. Hal ini didasari oleh meningkatnya kasus bird strike dalam beberapa tahun terakhir yang mengancam keamanan operasional.
Daniel menyampaikan pernyataan ini di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam mitigasi insiden demi menjaga reputasi keselamatan penerbangan Indonesia.
Tren Peningkatan Insiden Bird Strike yang Mengkhawatirkan
Daniel Putut Kuncoro Adi mengungkapkan bahwa tren peningkatan insiden bird strike telah menjadi perhatian serius pihaknya. Diskusi mengenai isu ini selalu disampaikan dalam forum Aviation Sharing Session dengan operator penerbangan dan pihak terkait di Kementerian Perhubungan.
Data internal Lion Group menunjukkan bahwa dari tahun 2012 hingga 2021, jumlah kasus bird strike berada pada tingkat minimal. Namun, tren ini mulai berubah signifikan sejak tahun 2022, menunjukkan peningkatan yang patut diwaspadai.
Peningkatan tajam insiden bird strike terjadi pada tahun 2023, meskipun sempat mengalami penurunan sementara di tahun 2024. Daniel mengingatkan bahwa insiden tabrakan pesawat dengan burung dapat menimbulkan kerugian finansial dan risiko serius terhadap keselamatan penerbangan.
"Risiko bird strike bisa mulai dari kerusakan ringan hingga yang paling fatal. Jangan sampai terjadi fatal accident," ujar Daniel. Ia menekankan pentingnya mencegah penurunan reputasi keselamatan penerbangan Indonesia seperti yang pernah terjadi pada tahun 2007.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Mitigasi Bird Strike
Untuk menghadapi tantangan ini, Lion Group mengajak seluruh pihak terkait penerbangan untuk memperkuat koordinasi. Maskapai, pengelola bandara, hingga penyedia layanan navigasi penerbangan diharapkan dapat bekerja sama dalam mitigasi risiko bird strike.
Daniel menjelaskan bahwa kolaborasi melibatkan tiga pihak utama: maskapai, bandara, dan penyedia navigasi penerbangan seperti AirNav Indonesia. Setiap pihak memiliki peran krusial dalam sistem mitigasi terpadu.
Bandara, misalnya, memiliki fasilitas khusus untuk mengusir burung dari area operasional guna mengurangi kemungkinan tabrakan. Sementara itu, petugas navigasi atau air traffic controller (ATC) berperan penting dalam memberikan informasi akurat kepada pilot mengenai aktivitas burung di sekitar bandara.
"Setelah mendapat informasi itu, pilot bisa melakukan antisipasi apakah tetap mendarat atau melakukan divert ke bandara alternatif," tutur Daniel. Informasi real-time ini memungkinkan pilot membuat keputusan yang tepat demi keselamatan.
Usulan Direktur Safety untuk Pengelola Bandara Nasional
Dalam upaya lebih lanjut meningkatkan keselamatan penerbangan, Daniel Putut Kuncoro Adi mengusulkan pembentukan jabatan Direktur Safety. Jabatan ini diharapkan ada dalam struktur perusahaan pengelola bandara nasional, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports.
Posisi Direktur Safety dinilai sangat penting untuk secara khusus bertanggung jawab terhadap pengawasan keselamatan. Hal ini akan memastikan bahwa program keselamatan penerbangan berjalan sesuai standar Safety Management System (SMS) yang ditetapkan dalam regulasi penerbangan internasional.
"Dalam sistem manajemen keselamatan, menurut Daniel, harus ada accountable safety manager yang levelnya cukup tinggi untuk melakukan oversight terhadap direktorat lain," ucapnya. Penempatan manajer keselamatan yang akuntabel ini krusial untuk efektivitas pengawasan.
Usulan ini mencerminkan komitmen Lion Group terhadap peningkatan berkelanjutan dalam aspek keselamatan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem penerbangan Indonesia secara keseluruhan, khususnya dalam menghadapi potensi bird strike.
Sumber: AntaraNews