AirNav Perkuat Pengawasan Ruang Udara, Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Aman dan Lancar

AirNav Indonesia memastikan kesiapan operasional dan pengawasan ruang udara untuk kelancaran angkutan Lebaran 2026. Simak langkah strategis AirNav dalam menjaga keselamatan penerbangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
AirNav Perkuat Pengawasan Ruang Udara, Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Aman dan Lancar
AirNav Indonesia memperkuat pengawasan ruang udara dan kesiapan layanan navigasi penerbangan untuk mendukung kelancaran serta keselamatan operasional selama periode angkutan Lebaran 2026, memastikan Kesiapan AirNav Lebaran 2026 optimal. (AntaraNews)

AirNav Indonesia secara proaktif memperkuat pengawasan ruang udara serta memastikan kesiapan layanan navigasi penerbangan. Langkah ini diambil guna mendukung kelancaran dan keselamatan operasional selama periode Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, menegaskan bahwa peningkatan pergerakan penerbangan selama musim mudik telah diantisipasi. Berbagai langkah kesiapan operasional telah dilakukan di seluruh unit layanan navigasi penerbangan.

Kesiapan AirNav Lebaran 2026 ini mencakup aspek personel operasional, fasilitas navigasi penerbangan, dan penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah agar pelayanan navigasi penerbangan dapat berjalan aman, lancar, dan efisien.

Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara optimal, AirNav Indonesia mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC). Pusat ini berfungsi sebagai orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional yang memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.

Setio Anggoro menjelaskan bahwa AirNav Indonesia juga memastikan kesiapan dukungan operasional yang meliputi lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, dan sistem ATC. Ketersediaan infrastruktur ini krusial untuk menjaga kelancaran operasional.

Dalam memastikan Kesiapan AirNav Lebaran 2026, lebih dari 1.700 petugas ATC akan bertugas selama periode ini di semua kantor pelayanan AirNav Indonesia. Selain itu, lebih dari 1.000 petugas Air Traffic Service Engineers ditugaskan untuk memastikan keandalan peralatan fasilitas.

Sebagai tambahan, AirNav juga menempatkan sedikitnya 160 Aeronautical Information Service Officers serta lebih dari 490 Air Communication Officers. Seluruh personel ini berperan penting dalam menjaga kualitas layanan navigasi penerbangan.

Kesiapan prosedur navigasi penerbangan juga telah dipastikan di ratusan bandara di Indonesia, termasuk prosedur keberangkatan (Standard Instrument Departure/SID) dan kedatangan (Standard Terminal Arrival Route/STAR). Prosedur pendekatan pendaratan (Initial Approach Procedures/IAP) juga telah diverifikasi guna menjaga efisiensi dan keselamatan operasional penerbangan.

Peningkatan trafik penerbangan selama periode Lebaran diiringi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko keselamatan penerbangan. Salah satu ancaman serius adalah gangguan balon udara liar yang kerap muncul pada periode Lebaran.

Setio menegaskan bahwa AirNav terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi hazard seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, potensi bird strike, serta gangguan operasional bandara maupun maskapai. Seluruh personel operasional diingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap prosedur dan koordinasi antar unit.

Dua wilayah yang kerap mendapatkan sorotan akibat aktivitas balon udara liar, antara lain Kabupaten Wonosobo dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Namun, belakangan sejumlah wilayah lain juga mengindikasikan adanya aktivitas tersebut, sehingga memerlukan perhatian lebih.

AirNav Indonesia terus melakukan kampanye keselamatan kepada masyarakat mengenai bahaya balon udara liar bagi penerbangan melalui berbagai media. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas tersebut.

Setio Anggoro menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan penerbangan. Ia berharap kesadaran bersama dapat terus meningkat sehingga ruang udara Indonesia tetap aman bagi seluruh penerbangan.

Dengan kesiapan infrastruktur, personel, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan, AirNav Indonesia optimistis layanan navigasi penerbangan selama periode angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan efisien. Hal ini diharapkan dapat membuat masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan nyaman.

Trafik penerbangan selama periode tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan pentingnya Kesiapan AirNav Lebaran 2026 dalam mengelola lonjakan aktivitas udara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi