Kukar Jadi Tuan Rumah Pelatihan KDMP, Tingkatkan Kualitas Koperasi Desa
Kementerian Dalam Negeri menunjuk Kabupaten Kukar sebagai tuan rumah pelatihan KDMP, bertujuan meningkatkan kualitas SDM pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan menggerakkan ekonomi lokal.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjuk Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, sebagai tuan rumah pelatihan penguatan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Penunjukan ini didasari perkembangan koperasi desa yang dinilai sangat progresif di wilayah tersebut.
Pelatihan penting ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 3 hingga 5 Juni 2026, dengan fokus utama di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyatakan bahwa penunjukan ini akan menjadi katalisator bagi peningkatan SDM pengelola koperasi. Ia menekankan bahwa SDM yang terampil merupakan faktor kunci keberhasilan pengelolaan koperasi desa di masa depan.
Kukar Jadi Pusat Pelatihan KDMP Regional Kalimantan Timur
Penunjukan Kabupaten Kukar sebagai lokasi pelatihan KDMP tingkat Kalimantan Timur ini disampaikan langsung oleh Irsan, Kepala Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI. Pertemuan penunjukan ini berlangsung di Tenggarong pada Kamis lalu, dua hari sebelum pernyataan Bupati.
Bupati Aulia Rahman Basri menyambut baik keputusan Kemendagri ini, melihatnya sebagai peluang emas bagi peningkatan kapasitas pengelola koperasi. Ia juga berencana melibatkan instansi terkait dalam pelatihan guna memastikan materi yang disampaikan selaras dan relevan dengan kebutuhan lapangan.
Fokus utama pelatihan mendatang akan mencakup penguatan tata kelola koperasi desa, pemahaman mendalam mengenai regulasi yang berlaku, serta strategi pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Ini diharapkan dapat memberikan bekal komprehensif bagi para peserta.
Peserta pelatihan akan berasal dari tiga kabupaten, yaitu Penajam Paser Utara, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara sendiri. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antarwilayah dalam pengembangan koperasi desa.
Keberhasilan Koperasi Desa Tanah Datar Jadi Contoh
Pemilihan Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, sebagai lokasi sentral pelatihan bukan tanpa alasan kuat. Irsan dari Kemendagri menjelaskan bahwa desa ini dipilih karena merupakan desa pertama di Kalimantan Timur yang berhasil memperoleh legalitas badan hukum koperasi.
Lebih lanjut, Desa Tanah Datar juga telah secara aktif menjalankan berbagai aktivitas koperasi, menunjukkan model pengelolaan yang sukses dan berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata potensi pengembangan koperasi di tingkat desa.
Keberhasilan Desa Tanah Datar diyakini akan mampu menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengembangkan koperasi. Model ini menekankan pemberdayaan masyarakat lokal dan kemandirian ekonomi sebagai pilar utama.
“Dipilihnya Desa Tanah Datar bukan tanpa alasan. Ini karena desa tersebut menjadi desa pertama di Kalimantan Timur yang berhasil memperoleh legalitas badan hukum koperasi. Bahkan telah menjalankan aktivitas koperasi secara aktif,” kata Irsan. Pengalaman praktis dari Desa Tanah Datar akan menjadi studi kasus berharga bagi peserta pelatihan. Hal ini diharapkan dapat memotivasi dan memberikan panduan konkret dalam membangun koperasi desa yang tangguh.
Mendorong Penguatan Ekonomi Desa Melalui KDMP
Pemerintah Kabupaten Kukar memiliki harapan besar agar keberadaan KDMP mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif. KDMP diharapkan dapat saling mendukung dengan usaha masyarakat setempat, bukan menjadi pesaing.
Bupati Aulia Rahman Basri juga mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu berperan aktif sebagai penggerak dan mentor. Mereka diharapkan membimbing koperasi desa lain yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan peningkatan SDM.
Visi utama adalah menjadikan koperasi desa sebagai mitra strategis dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, kehadiran koperasi desa diharapkan tidak mematikan usaha kecil yang sudah ada, melainkan justru memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan KDMP dapat tumbuh menjadi entitas ekonomi yang kuat. Ini akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews