Kisah UMKM Mambucha Sukses Naik Kelas Lewat Program BRI 'Pengusaha Muda BRILiaN'
BRI berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia, baik melalui pembiayaan maupun berbagai program pelatihan & pendampingan.
Berkembangnya Mambucha dari dapur rumah hingga memiliki rumah produksi sendiri tak lepas dari semangat belajar dan kolaborasi yang terus dibangun Anita Hartono. Dalam perjalanan bisnisnya, ia menemukan momentum penting melalui program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB) yang digagas oleh BRI.
Melalui program tersebut, selain mendapat ilmu dan mentor yang relevan, Anita juga berhasil mencatatkan prestasi sebagai pemenang Best of the Best kategori Healthcare/Wellness tahun 2024. Dari program inilah, Anita mulai mengenal ekosistem pembinaan UMKM yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan perluasan jejaring strategis.
"Saat itu, kondisi bisnis saya masih di usia tiga tahun. Saya ikut PMB bukan karena mengejar hadiah, tapi karena ingin belajar lebih banyak, mencari mentor, dan memperluas wawasan," tutur Anita, Rabu (10/9/2025).
Ia menyebut salah satu momen paling membekas baginya adalah sesi mentoring bersama praktisi bisnis dan investor. Di sanalah ia menyadari bahwa banyak pelaku UMKM, termasuk dirinya, sering kali terjebak pada label 'kecil'. "Di PMB, kami didorong untuk bermimpi besar. Bahwa UMKM pun bisa menjadi bisnis yang mengubah dunia," kenangnya.
Sejak mengikuti program tersebut, Anita semakin percaya diri untuk membawa Mambucha naik kelas, membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, serta membuka peluang lebih besar ke depan.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa BRI berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia, baik melalui pembiayaan maupun berbagai program pelatihan, pendampingan, serta perluasan akses pasar lewat expo dan pameran.
"Kami ingin memastikan UMKM seperti Mambucha tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan bersaing di pasar nasional bahkan global," ujar Dhanny.
Anita mengungkapkan bahwa selama 25 tahun, dirinya telah mengonsumsi obat untuk mengatasi masalah pencernaannya. Kemudian, pada tahun 2021, seorang teman menyarankan agar ia melepaskan ketergantungan obat dan mencoba kombucha. "Awalnya, aku coba-coba, dan ternyata hasilnya sangat berkhasiat, rasanya pun nikmat. Dari tahun itu juga, aku ingin banyak orang juga merasakan manfaat dari Kombucha," ucap Anita.
Ia menjelaskan bahwa kombucha sendiri merupakan minuman fermentasi tradisional yang telah dikonsumsi sejak lebih dari 2.000 tahun lalu. Terbuat dari larutan teh hijau dan teh hitam yang difermentasi dengan kultur bakteri dan ragi, kombucha mengandung probiotik serta antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, kulit, dan pencernaan.
Baginya, kualitas kombucha yang memberi sejuta manfaat hanya dapat dihasilkan dari proses pembuatan yang dilakukan dengan penuh integritas. "Setiap botol kombucha yang baik dimulai dari niat untuk menghadirkan kebaikan alami secara konsisten dan bertanggung jawab," imbuhnya.
Nilai inilah yang Anita pegang teguh dalam setiap produk Mambucha yang dihadirkan ke pasar. Berkat konsistensinya menjaga kualitas produk, membuat banyak orang percaya dan tertarik, sehingga permintaan pun terus meningkat. Alhasil, guna menjawab kebutuhan tersebut, kapasitas produksi pun diperluas. Kini, usahanya telah didukung oleh lebih dari 40 orang tenaga kerja yang bertugas untuk menangani proses produksi dan distribusi. Adapun, kombucha yang diproduksi dalam sebulan mencapai 8000 liter yang dikirim ke berbagai kota di Indonesia.