Kilang Cilacap Pastikan Stok BBM Lebaran Aman, Siap Dukung Arus Mudik dan Balik
Pertamina Patra Niaga Refinery Unit IV Cilacap menjamin ketersediaan Stok BBM Lebaran 1447 H tetap aman, bahkan di tengah peningkatan mobilitas masyarakat untuk mudik dan balik, menghilangkan kekhawatiran akan pasokan energi.
Cilacap, 5 Maret 2026 – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit IV Cilacap menegaskan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pernyataan ini disampaikan di tengah proyeksi meningkatnya kebutuhan energi masyarakat untuk arus mudik dan balik Lebaran. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat selama momen penting tersebut.
Kilang Cilacap beroperasi secara maksimal untuk menjamin keandalan pasokan energi, khususnya saat mobilitas masyarakat meningkat signifikan. Area Manager Communication, Relation and CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, menyatakan bahwa Pertamina berkomitmen mengoperasikan kilang 24 jam non-stop. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Peningkatan kebutuhan BBM pada masa Ramadhan dan Idul Fitri disebabkan oleh aktivitas mudik dan arus balik yang masif. Dengan kapasitas produksi mencapai 348 ribu barel per hari, Kilang Cilacap mampu menyuplai sekitar 33 persen kebutuhan BBM nasional.
Optimalisasi Produksi Kilang Cilacap Hadapi Lebaran
Pertamina Patra Niaga Refinery Unit IV Cilacap secara aktif mengoptimalkan seluruh operasionalnya demi menjaga pasokan BBM tetap stabil selama periode Lebaran. Agustiawan menegaskan komitmen perusahaan untuk mengoperasikan kilang tanpa henti selama 24 jam. Tujuannya adalah untuk memastikan produksi BBM berkualitas tinggi terus berjalan, memenuhi lonjakan permintaan.
Produksi BBM dari Kilang Cilacap didistribusikan secara strategis untuk memenuhi kebutuhan wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Wilayah-wilayah ini diproyeksikan akan mengalami kenaikan konsumsi BBM yang signifikan. Kenaikan ini terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas perjalanan dan mobilitas masyarakat.
Dengan kapasitas produksi harian sebesar 348 ribu barel, Kilang Cilacap menjadi salah satu penopang utama pasokan energi nasional. Kontribusinya mencapai sepertiga dari total kebutuhan BBM di Indonesia. Hal ini menunjukkan peran krusial kilang dalam menjaga ketahanan energi negara.
Antisipasi Gejolak Global dan Jaminan Ketersediaan Stok BBM
Meskipun dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, terus berkembang, Kilang Cilacap memastikan operasionalnya tidak terganggu secara signifikan. Agustiawan menyatakan bahwa kilang masih beroperasi secara normal dengan kapasitas maksimal. Ini menunjukkan ketahanan operasional Kilang Cilacap dalam menghadapi tantangan eksternal.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau khawatir berlebihan terhadap kondisi global yang ada. Stok BBM saat ini dipastikan sangat aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan perhitungan internal, ketersediaan stok BBM diperkirakan cukup hingga kurang lebih satu bulan ke depan.
Kendati demikian, pihak Kilang Cilacap tetap memantau perkembangan pasokan minyak mentah impor sebagai bahan baku produksi. Potensi gangguan suplai secara global dapat mempengaruhi kapasitas pengolahan kilang. Oleh karena itu, pemantauan ini menjadi langkah antisipatif yang penting.
Dengan operasional kilang yang optimal dan dukungan distribusi yang lancar, Pertamina Patra Niaga berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan. Selain itu, perjalanan mudik dan balik Lebaran juga dapat dilakukan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM.
Sumber: AntaraNews