PT Pertamina (Persero) baru-baru ini menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dengan melakukan penanaman 800 pohon mangrove. Aksi ini merupakan bagian integral dari kegiatan Jejak Keberlanjutan Nomor Dua yang berlokasi di area operasional Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mengurangi jejak karbon perusahaan secara signifikan.
Penanaman tersebut dilaksanakan pada Rabu, 28 Agustus, di Kampoeng Kepiting, Desa Lemah Leutik, Kelurahan Kutuwaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Lokasi ini dipilih karena merupakan area yang telah menjadi fokus program tanggung jawab sosial Pertamina. Kegiatan ini menegaskan peran aktif Pertamina dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis (TKB) Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan upaya konkret untuk mengembalikan karbon yang teremisi. Ini adalah langkah nyata Pertamina dalam mewujudkan tanggung jawab lingkungan dari berbagai kegiatan operasional yang selama ini dijalankan, sekaligus berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.
Advertisement
Advertisement
Penanaman 800 pohon mangrove oleh Pertamina di Cilacap merupakan manifestasi nyata dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dipegang teguh perusahaan. Agung Wicaksono menekankan bahwa inisiatif ini adalah bentuk tanggung jawab Pertamina untuk menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Perusahaan bertekad untuk terus mendorong keberlanjutan di setiap lokasi operasinya, memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat.
Program ini secara spesifik berfokus pada mitigasi dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas kilang minyak. Dengan menanam mangrove, Pertamina berupaya menyerap emisi karbon secara alami dan memulihkan ekosistem pesisir yang vital. Upaya ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi entitas bisnis yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
Melalui Jejak Keberlanjutan Series, Pertamina berkomitmen untuk tidak hanya menjaga keberlangsungan bisnisnya, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas. Lingkungan yang sehat dan lestari menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan operasional perusahaan. Inisiatif penanaman mangrove ini menjadi contoh nyata dari komitmen Pertamina dalam menjaga kelestarian alam.
Advertisement
Advertisement
Selain aspek lingkungan, penanaman mangrove ini juga terintegrasi dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang lebih luas dan berkelanjutan. Kampoeng Kepiting, lokasi penanaman, merupakan bagian dari program Mamaku atau Masyarakat Mandiri Kutawaru, yang telah berjalan sukses dan didukung penuh oleh Pertamina Foundation. Program ini menunjukkan sinergi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa program Mamaku bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar secara holistik. Melalui inisiatif ini, masyarakat lokal tidak hanya terlibat dalam pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi mandiri secara ekonomi. Program ini bahkan menciptakan dampak berganda atau multiplier effect yang signifikan bagi kesejahteraan lokal, seperti pengembangan ekowisata atau produk olahan.
Program Mamaku selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13 mengenai Aksi Iklim, serta poin-poin terkait pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. Fadjar menambahkan, inisiatif ini juga mendukung Asta Cita Pertamina dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa. Pertamina bertekad untuk terus berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi melalui program-program inovatif dan berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews