Kesiapan SPKLU PLN Lampung Jadi Andalan Pengguna EV Selama Nataru 2025/2026
PLN UID Lampung memastikan kesiapan penuh SPKLU PLN Lampung di seluruh wilayah, menjadi andalan pengguna kendaraan listrik selama perayaan Nataru 2025/2026 dan menunjukkan lonjakan transaksi signifikan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik (EV) selama periode perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan SPKLU PLN Lampung di seluruh wilayah menjadi fokus utama untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Sejak tanggal 18 hingga 24 Desember 2025, layanan Electric Vehicle (EV) Charging PLN telah beroperasi tanpa henti, menopang kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik yang semakin masif. General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menegaskan bahwa infrastruktur ini menjadi andalan vital bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, PLN UID Lampung telah menyiagakan 64 unit EV Charger yang tersebar di 39 lokasi strategis. Penempatan ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi pengguna EV, baik di jalur tol Trans Sumatera maupun di area perkotaan.
Sebaran dan Aksesibilitas SPKLU PLN Lampung
PLN UID Lampung telah merancang sebaran SPKLU secara cermat untuk menjangkau berbagai titik penting di provinsi tersebut. Dari total 64 unit EV charger yang tersedia, 32 unit ditempatkan di 17 lokasi SPKLU tol. Ini termasuk rest area strategis yang menjadi titik favorit pemudik kendaraan listrik.
Selain itu, 32 EV Charger lainnya tersebar di 22 lokasi non-tol, mencakup rest area, pusat kota, pusat perbelanjaan, hingga kantor pelayanan PLN. Sebaran SPKLU PLN Lampung yang merata ini menjamin kemudahan akses pengisian daya bagi seluruh pengguna kendaraan listrik.
Rizky Mochamad menjelaskan bahwa rancangan sebaran ini bertujuan memastikan kemudahan akses pengisian daya. Hal ini berlaku baik bagi pengguna yang melintas jalur tol Trans Sumatera maupun masyarakat perkotaan.
Lonjakan Transaksi dan Komitmen PLN
Pemanfaatan SPKLU PLN Lampung menunjukkan lonjakan tajam selama periode siaga Nataru. Hingga 24 Desember 2025 pukul 24.00 WIB, tercatat 701 kali transaksi pengisian daya. Konsumsi energi mencapai 15.611,3 kWh dengan nilai transaksi sebesar Rp41,85 juta.
Meskipun terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan, seluruh SPKLU di Lampung terpantau beroperasi aman dan terkendali. Tidak ada antrean lebih dari satu kendaraan, baik di ruas tol maupun non-tol, menunjukkan efisiensi layanan.
Rizky Mochamad menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih. Selain itu, PLN juga berupaya menjaga kenyamanan pelanggan selama periode libur panjang.
Lonjakan transaksi yang signifikan ini juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini sekaligus membuktikan kesiapan infrastruktur SPKLU PLN Lampung yang telah disiapkan secara menyeluruh.
Keandalan Layanan dan Pergeseran Pola Mobilitas
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Lampung, Heru Purwoko, menyampaikan bahwa keandalan layanan menjadi fokus utama. Selama periode Nataru, seluruh SPKLU di Lampung beroperasi tanpa kendala.
Ketiadaan antrean kendaraan di SPKLU tol maupun non-tol membuktikan kesiapan peralatan, sistem kelistrikan, dan kesigapan petugas PLN di lapangan. Ini menjamin pengalaman berkendara listrik yang aman dan nyaman.
Secara kumulatif, hingga hari ketujuh Siaga Nataru 2025/2026, PLN UID Lampung mencatat kenaikan jumlah transaksi sebesar 539 persen. Kenaikan konsumsi energi juga mencapai 656 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025.
Lonjakan drastis ini menandai pergeseran nyata pola mobilitas masyarakat menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Dengan infrastruktur SPKLU PLN Lampung yang andal dan layanan 24 jam, PLN terus memastikan energi tetap menyala.
Sumber: AntaraNews