PLN SPKLU Bali Catat Transaksi Meroket 751 Persen Sepanjang 2025
PLN UID Bali mengelola 150 SPKLU di Bali dan mencatat pertumbuhan transaksi signifikan sebesar 751 persen sepanjang tahun 2025, menandakan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Bali berhasil mencatatkan pertumbuhan transaksi yang luar biasa pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Bali sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini mencapai 751 persen secara year-on-year, sebuah indikator kuat akan semakin masifnya adopsi kendaraan listrik di Pulau Dewata. Data ini disampaikan oleh General Manager PLN UID Bali, Eric Rosi Priyo Nugroho, di Denpasar pada Sabtu (10/1/2026).
Eric Rosi Priyo Nugroho menekankan bahwa data transaksi ini menjadi landasan penting bagi PLN untuk memastikan pengembangan SPKLU dilakukan secara tepat sasaran. Hal ini bertujuan agar infrastruktur pengisian daya dapat mengikuti pola kebutuhan masyarakat serta menjaga keandalan sistem kelistrikan secara menyeluruh. Peningkatan signifikan ini juga mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik dan kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang memadai.
Hingga akhir tahun 2025, total SPKLU yang beroperasi di Bali mencapai 230 unit EV charger yang tersebar di 164 titik lokasi strategis. Dari jumlah tersebut, 150 unit SPKLU dikelola langsung oleh PLN, sementara 80 unit sisanya dioperasikan oleh badan usaha SPKLU swasta. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memperluas akses layanan pengisian kendaraan listrik bagi masyarakat dan mendorong partisipasi dunia usaha dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Pertumbuhan Infrastruktur dan Peningkatan Pemanfaatan
Pertumbuhan infrastruktur SPKLU di Bali menunjukkan angka yang impresif, seiring dengan lonjakan pemanfaatan layanan yang mencapai 751 persen sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung transisi energi, tetapi juga mengindikasikan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Masyarakat kini semakin yakin dengan efisiensi dan keberlanjutan transportasi berbasis listrik.
Sebaran SPKLU di Bali dirancang untuk menunjang mobilitas harian dan perjalanan antardaerah, dengan lokasi-lokasi strategis yang mudah dijangkau. Untuk kendaraan roda empat (R4), PLN mengelola 150 unit SPKLU yang tersebar di 93 lokasi, sementara untuk kendaraan roda dua (R2) tercatat 44 unit SPKLU aktif hingga Desember 2025. Penempatan yang terencana ini bertujuan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik dalam mengisi daya.
Total 230 unit EV charger yang tersebar di 164 titik lokasi di Bali hingga akhir 2025 menjadi bukti nyata pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Sebanyak 150 unit dikelola PLN dan 80 unit lainnya oleh swasta, menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan sektor privat. Kolaborasi ini esensial untuk memenuhi kebutuhan pengisian daya yang terus meningkat seiring adopsi kendaraan listrik.
Kualitas Layanan dan Kepatuhan Regulasi PLN
PLN tidak hanya fokus pada penambahan jumlah unit SPKLU, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan keandalan sistem. Eric Rosi Priyo Nugroho menegaskan bahwa setiap SPKLU beroperasi sesuai standar teknis dan keselamatan yang ketat, serta memiliki sertifikat laik operasi. Seluruh SPKLU juga terintegrasi dengan Charging Station Management System (CSMS) PLN, memungkinkan pemantauan dan akses layanan pengisian secara waktu nyata.
Penguatan infrastruktur SPKLU juga mencakup kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk penggunaan peralatan berstandar nasional (SNI) dan kepemilikan nomor identitas SPKLU dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selain itu, instalasi listrik telah disesuaikan dengan ketentuan tarif layanan khusus, menjamin kepastian, keamanan, dan transparansi bagi pengguna kendaraan listrik. Langkah-langkah ini memastikan layanan yang diberikan aman dan terpercaya.
Peluang Kemitraan dan Masa Depan Kendaraan Listrik
PLN membuka peluang kemitraan SPKLU dengan berbagai pihak melalui skema yang transparan dan berkeadilan. Melalui mekanisme revenue sharing berbasis komposisi investasi, mitra pemilik lahan dan charger dapat memperoleh pembagian pendapatan secara proporsional. Seluruh transaksi dan pendapatan SPKLU dapat dipantau melalui dashboard kemitraan yang terintegrasi, memberikan transparansi penuh kepada para mitra.
Peningkatan transaksi SPKLU sepanjang 2025 menjadi indikator penting dalam perencanaan pengembangan ke depan, menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin diterima masyarakat. PLN berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas jaringan SPKLU demi mendukung mobilitas berkelanjutan. Tujuannya adalah agar masyarakat mendapatkan layanan pengisian kendaraan listrik yang mudah diakses, aman, dan andal, sehingga penggunaan kendaraan listrik dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews