PLN UID Sulselrabar Tambah 14 SPKLU Baru di 2025, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
PT PLN (Persero) UID Sulselrabar berkomitmen memperkuat ekosistem kendaraan listrik dengan menambah 14 SPKLU baru pada tahun 2025, melengkapi 65 SPKLU yang sudah beroperasi di 51 lokasi.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia. Untuk mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik, PLN berencana menambah 14 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru sepanjang tahun 2025.
Penambahan ini akan melengkapi 65 SPKLU yang saat ini telah beroperasi di 51 lokasi strategis yang tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan layanan pengisian daya yang memadai bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik di wilayah tersebut.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu lagi khawatir terhadap ketersediaan layanan pengisian kendaraan listrik. Pihaknya menjamin seluruh SPKLU beroperasi secara optimal, aman, dan andal, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Ekspansi Infrastruktur SPKLU di Sulselrabar
PLN UID Sulselrabar secara aktif memperluas jangkauan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di wilayahnya. Dengan penambahan 14 unit SPKLU pada tahun 2025, total SPKLU yang dioperasikan akan semakin banyak, memberikan kemudahan akses bagi para pengguna KBLBB.
Saat ini, sebanyak 65 SPKLU telah tersebar di 51 lokasi di tiga provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Edyansyah menyatakan, "Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan layanan pengisian kendaraan listrik di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat."
Komitmen PLN tidak hanya sebatas penambahan jumlah, tetapi juga memastikan kualitas layanan. Seluruh SPKLU yang ada dipastikan beroperasi secara optimal, aman, dan andal, guna mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik di berbagai aktivitas.
Antusiasme Pengguna dan Optimalisasi Layanan
Antusiasme masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik di wilayah Sulselrabar menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari lonjakan transaksi isi daya di SPKLU PLN UID Sulselrabar yang mencapai 222 persen pada tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data menunjukkan bahwa jumlah transaksi isi daya kendaraan listrik di SPKLU PLN UID Sulselrabar mencapai 4.655 transaksi pada tahun 2024. Angka ini melonjak drastis hingga 10.369 transaksi sampai dengan kuartal ketiga tahun 2025, menandakan semakin tingginya adopsi kendaraan listrik.
Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna, PLN juga menyiagakan petugas teknis selama 24 jam. Selain itu, pemantauan SPKLU dapat dilakukan secara real time melalui sistem PLN Mobile, memastikan setiap masalah dapat ditangani dengan cepat.
Insentif dan Manfaat Ekonomi Kendaraan Listrik
PLN tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga meluncurkan Program Stimulus Percepatan Penggunaan KBLBB untuk mendorong adopsi kendaraan listrik. Program ini mencakup insentif biaya penyambungan pasang baru dan tambah daya sebesar 50 persen.
Selain itu, PLN juga memberikan diskon 30 persen untuk home charging pada Luar Waktu Beban Puncak (LWBP), yaitu pukul 22.00-05.00 WITA. Seluruh promo ini berlaku mulai 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik dengan lebih hemat.
Hingga Oktober 2025, sebanyak 219 pelanggan di Sulawesi Selatan telah menikmati layanan Home Charging Service (HCS). Program HCS memungkinkan pemilik kendaraan listrik mengisi daya baterai mobil mereka secara praktis di rumah, tanpa perlu mengunjungi SPKLU, yang menunjukkan antusiasme besar masyarakat.
Penggunaan mobil listrik juga terbukti lebih hemat biaya operasional. Edyansyah menjelaskan, "Jika menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil, rata-rata biaya operasional per kilometer adalah Rp800. Namun, dengan mobil listrik, biaya operasionalnya hanya sekitar Rp200 per kilometer. Jadi, ini sangat hemat."
Salah satu pengguna mobil listrik di Makassar, Asri, merasakan langsung penghematan ini. Ia mengaku, "Dulu saat menggunakan mobil konvensional menghabiskan biaya operasional Rp 800 ribu per bulannya. Sekarang, saat menggunakan mobil listrik dan dengan mobilitas tinggi, ia hanya mengeluarkan biaya operasional Rp 270 ribu per bulannya." Artinya, Asri menghemat biaya Rp 530 ribu per bulan.
Komitmen PLN untuk Transisi Energi Bersih
PLN UID Sulselrabar tidak hanya berperan sebagai penyedia infrastruktur pengisian kendaraan listrik, tetapi juga sebagai katalisator bagi seluruh pemangku kepentingan dalam transisi energi. Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) dipandang sebagai masa depan transportasi yang memiliki potensi besar untuk memimpin perubahan menuju energi bersih.
Dengan kesiapan infrastruktur dan berbagai program insentif, PLN UID Sulselrabar menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih. Hal ini sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang semakin beralih ke kendaraan listrik.
Sumber: AntaraNews